Buku 31 Sebab Lemahnya Iman (Darul Haq)

Penerbit: Darul Haq


  • 22.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku 31 Sebab Lemahnya Iman

Husain Muhammad Syamir, Darul Haq 

Manusia terkadang mengalami kelesuan setelah sebelumnya penuh semangat, mengalami kelemahan setelah sebelumnya memiliki kekuatan. Hal ini merupakan sunnah (ketetapan Allah) yang tidak akan pernah berubah. Begitulah kondisi yang dialami orang yang konsisten, karena dia adalah manusia biasa yang sangat mungkin sekali terkena kekurangan dan kelemahan seperti dialami manusia lain. Dan hal ini, sebenarnya bukan merupakan aib baginya, akan tetapi hal itu akan menjadi aib jika ia selalu berada pada kelemahan tanpa ada usaha untuk mengatasinya, serta terus menerus sakit tanpa ada usaha penyembuhannya. Berangkat dari sini, penulis memandang perlu untuk menulis tentang topik ini, dan penulis bukanlah orang pertama, karena sudah banyak orang yang lebih dahulu menulis tentang masalah ini. (Apa yang penulis lakukan ini) hanya sekedar sebuah upaya perbaikan (ishlah), barangkali dapat merubah kondisi dari yang tidak menentu menjadi lebih baik. Tidak ada bimbingan yang penulis harapkan kecuali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan penulis menamakan buku ini dalam judul al-Ilmam fi Asbab Dhu’fi al-Iltizam. Para pembaca hendaknya mengambil yang terbaik, adapun kekurangan dan kesalahan adalah dari penulis, sebab ini adalah usaha seorang yang lemah kemampuannya, orang yang tidak mempunyai apa-apa.

Mari Kita Beriltizam!

Apa itu iltizam? Iltizam adalah sebagaimana yang diungkapkan oleh Ibnu Manzhur, “Orang yang beriltizam pada suatu pekerjaan yakni orang yang mengharuskan dirinya untuk mengerjakan sesuatu hingga dirinya tidak berpisah dari pekerjaan tersebut.” Jadi, iltizam adalah menekuni dan konsisten melakukan sesuatu.

Tiga Puluh Sebab Lemahnya Iman

Kurang Ikhlas

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Surat al-Hajj: 37)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menafsirkan, “Maksudnya adalah bahwa yang dapat sampai kepada Allah adalah niat (dari orang yang melakukan hal itu.”

Minimnya Pendidikan Mental, Yang saya maksud di sini adalah didikan seseorang kepada dirinya sendiri di mana ia mendidik dirinya serta mengarahkannya kepada arahan syar’i yang benar yang sesuai dengan tujuan diciptakannya manusia. Oleh karena itu manusia dituntut untuk menyucikan dan mendidik dirinya.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (Surat asy-Syams: 9-10)

Solusinya … ada dalam surat al-Ankabut: 69

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”

Buku 31 Sebab Lemahnya Iman, Penulis Husain Muhammad Syamir, Penerbit Darul Haq, format buku softcover, tebal buku 184 halaman, ukuran buku 12,5 cm x 17,5 cm, berat buku 250 gram, Harga Rp. 22.000,-


Kami Juga Merekomendasikan