Buku Saku Meneladani Shalat Dan Wudhu Nabi (Pustaka Ibnu Umar)

Penerbit: Pustaka Ibnu Umar


  • 16.500,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Saku Meneladani Shalat Dan Wudhu Nabi


Penulis Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin, Pustaka Ibnu Umar 

Shalat, shalat, dan shalat … tiga hal yang terus diingatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jelang wafatnya beliau. Saat beliau siuman dan hendak shalat, maka beliau pingsan kembali, Subhanallah. Inilah kondisi di mana seseorang dimaafkan karenanya, namun, beliau ingin memberikan pelajaran bahwa pentingnya menjaga shalat. Shalat dalam sehari semalam, mulai dari shalat Shubuh, kemudian Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya’. Itulah shalat wajib yang dahulunya dititahkan untuk dikerjakan 50 rakaat. Dan beliau mendapat keringanan bagi umatnya agar melaksanakannya cukup lima kali dalam sehari. Tahukah Anda bahwa orang yang melaksanakan shalat 5 kali sehari laksana orang yang tidak punya dosa?

Tata Cara Wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Apabila seseorang hendak berwudhu, maka hendaklah ia berniat dengan hatinya, lalu mengucapkan basmalah. Tapi jika ia lupa maka wudhunya tetap sah, tidak batal. Lalu membasuh kedua telapak tangannya tiga kali sebelum memulai wudhu sambil menyelai-nyelai jemarinya. Lalu berkumur-kumur, yakni memutar-mutar air di dalam mulut, kemudian mengeluarkannya, dan melakukan serangkaian wudhu yang disyariatkan,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِۚ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki …” (Surat Al-Maidah: 6)

Tata Cara Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Apabila seseorang hendak melakukan shalat, seorang muslim diwajibkan untuk bersuci terlebih dahulu dari hadats kecil maupun hadats besar. Hadats besar dapat hilang dengan melakukan mandi jinabat, sedangkan hadats kecil akan hilang dengan melakukan wudhu. Hendaklah ia menyempurnakan wudhunya sebagaimana wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu, ia memulai dengan menjadikan sesuatu sebagai sutrah, di mana ia shalat menghadapnya. Hal ini dilakukan apabila ia menjadi imam atau ia shalat sendirian. Kemudian, apabila ia menjadi imam, hendaklah ia menoleh ke kanan seraya berkata, “Istawu.” dan menoleh ke kiri seraya berkata, “Istawu.” Yang artinya luruskanlah shaf-shaf kalian. Hingga akhir pembahasan ...

Buku Saku Meneladani Shalat Dan Wudhu Nabi, Penulis Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin, Pustaka Ibnu Umar, Pustaka Ibnu Umar, tebal buku 76 halaman, ukuran buku 10.5 x 15 cm, berat buku packing +/- 150 gram, Harga Rp. 16.500,-

Kami Juga Merekomendasikan