Buku Nikmatnya Menangis Bersama Al-Qur'an (Istanbul)

Penerbit: Istanbul


  • 59.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Nikmatnya Menangis Bersama Al-Qur'an

Oleh: Syaikh Muhammad Syauman ar-Ramli, Sa’id Abdul Adhim, Abdus Salam al-Husain, Penerbit Istanbul

Menangis dan merasa tersentuh sewaktu membaca al-Qur’an merupakan momen yang sangat indah, pernahkah Anda merasakannya? Sungguh manis terasa, mari pertebal iman kita dengan senantiasa terus mengkajinya. Lihatlah kehidupan orang-orang shalih sebelum kita, mereka banyak menangis karena takut kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala kisahkan dalam firman-Nya:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal.” (    Surat al-Anfal: 2)

Dan Rasulullah pun menangis menyimak kalam-Nya, Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Bacakanlah al-Qur’an kepadaku.” Maka kukatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah saya bacakan al-Qur’an kepada anda sementara al-Qur’an itu diturunkan kepada anda?”. Maka beliau menjawab, “Sesungguhnya aku senang mendengarnya dibaca oleh selain diriku.” Maka akupun mulai membacakan kepadanya surat an-Nisaa’. Sampai akhirnya ketika aku telah sampai ayat ini (yang artinya), “Lalu bagaimanakah ketika Kami datangkan saksi bagi setiap umat dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas mereka.” (Surat an-Nisaa’ : 40). Maka beliau berkata, “Cukup, sampai di sini saja.” Lalu aku pun menoleh kepada beliau dan ternyata kedua mata beliau mengalirkan air mata.” (HR. al-Bukhari, no.4763 dan Muslim, no.800)

Cermin Bagi Kaum Muslimin

Muhammad bin al-Munkadir rahimahullah (wafat 130 H), ketika sedang shalat malam, beliau menangis dengan keras sampai beliau pingsan. Ketika beliau sadar, keluarganya bertanya, “Apa yang menyebabkanmu menangis?” Beliau tidak menjawab dan tetap menangis. Kemudian keluarganya mengirim utusan kepada Abu Hazim rahimahullah (wafat 135 H) untuk menanyakannya. Abu Hazim datang dan mendapati beliau sedang menangis. Abu Hazim bertanya kepadanya, “Wahai saudaraku, apa yang menyebabkanmu menangis? Sungguh engkau telah membuat keluargamu khawatir?” Muhammad bin al-Munkadir menjawab, “Aku membaca sebuah ayat dari al-Qur’an.” Abu Hazim bertanya lagi, “Ayat apakah itu?” Muhammad bin al-Munkadir menjawab, “Firman Allah Azza wa Jalla (yang artinya), “Dan sekiranya orang-orang yang zhalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari Kiamat. Dan nampaklah bagi mereka adzab dari Allah yang dahulu tidak pernah mereka perkirakan.” (Surat az-Zumar: 47). Abu Hazim menangis juga dan tangisan mereka berdua semakin keras. Keluarga Ibnu al-Munkadir berkata kepada Abu Hazim, “Kami membawamu agar menghentikan tangisannya, tetapi engkau justru malah menambahnya menangis.” Abu Hazim menceritakan kepada mereka apa yang menyebabkan beliau berdua menangis. (Mukhtashar ‘Hilyatul Auliya’, juz 2 halaman 367 via Firanda.com/643)

Buku Nikmatnya Menangis Bersama Al-Qur'an, Buku cetak edisi softcover, tebal buku 283 halaman, ukuran buku 15 x 23 cm, dan dengan berat 487 gram. Penulis: Muhammad Syauman Ar-Ramli, Penerbit: Istanbul, Harga Rp. 59.000,-


Kami Juga Merekomendasikan