Buku 33 Kiat Khusyu' Dalam Shalat

Penerbit: Pustaka Al-Kautsar


  • 28.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout

Akan ada stoknya pada , insya Allah

Buku 33 Kiat Khusyu' Dalam Shalat

Oleh: Syaikh Muhammad Shaleh al-Munajjid, Penerbit Pustaka al-Kautsar

Meraih khusyu’ terasa begitu penting, karena khusyu’ termasuk ruhnya shalat. Apabila ia (khusyu’) tidak ada maka shalatnya hanyalah sebagai ajang formalitas semata (baca: sekedar melakukan kewajiban rutin dalam beragama). Tentu sangat disayangkan. Apakah Anda rela berpredikat sebagai pencuri di dalam

shalat? Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ صَلَاتَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَسْرِقُهَا قَالَ لَا يُتِمُّ رُكُوعَهَا وَلَا سُجُودَهَا أَوْ قَالَ لَا يُقِيمُ صُلْبَهُ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُود

“Sejelek-jelek pencuri adalah orang yang mencuri shalatnya”. Mereka bertanya,”Wahai, Rasulullah. Bagaimana seseorang mencuri shalatnya?” Rasulullah menjawab,”Dia tidak menyempurnakan ruku` dan sujudnya,” atau ia (Rasulullah) berkata : “Tidak menegakkan tulang punggungnya ketika ruku’ dan sujud.” (HR. Ahmad)

Penulis membagi karyanya dalam 4 sub bab pembahasan, di awali dengan mukaddimah dan sebuah pengantar berpikir kritis, “Tanda Keikhlasan Adalah Menyembunyikan Keikhlasan”. Beliau berkata, “Janganlah kita menilai bahwa seseorang yang tampaknya khusyu’ dalam beribadah, hatinya juga demikian. Sebab belum tentu hati orang tersebut tertuju terhadap apa yang dilakukannya. Jika ada seseorang yang berupaya untuk menampakkan kekhusyu’an terhadap orang lain maka hukumnya adalah makruh. Karena tanda-tanda keikhlasan adalah menyembunyikan kekhusyu’an. Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyyallahu ‘anhu berkata, “Jauhilah olehmu khusyu’ kemunafikan. Ada seseorang bertanya, “Apakah khusyu’ kemunafikan itu?” Hudzaifah menjawab, “Khusyu’ kemunafikan itu adalah engkau melihat jasad seseorang dalam keadaan khusyu’ sedangkan hatinya tidak dalam keadaan khusyu’”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَوَّل مَا يُرْفَعُ مِن هَذِهِ الأُمَّةِ الْخُشُوعُ حَتَّى َلَا تَرَى فِيهَا رَجُلًا خَاشِعًا

“Yang pertama kali diangkat dari umatku adalah khusyu’, sehingga engkau tidak akan melihat seorang pun yang khusyu’.”

Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu berkata : “Yang pertama kali hilang dari agama kalian adalah khusyu’, dan yang terakhir kali hilang dari agama kalian adalah shalat. Kadang-kadang seseorang yang shalat tidak ada kebaikannya, dan hampir-hampir engkau masuk masjid tanpa menjumpai di dalamnya seorang pun yang khusyu’”.

Begitu menohok-nohok, isi redaksi hadits di atas begitu menyayat hati. Renungkanlah wahai ulul Albab!

Buku 33 Kiat Khusyu Dalam Shalat, Buku cetak edisi softcover, tebal buku 134 halaman, ukuran buku 12,5 x 17 cm, dan dengan berat 309 gram. Penulis: Muhammad Shaleh Al-Munajjid, Penerbit: Pustaka Al-Kautsar, Harga Rp. 28.000,-


Kami Juga Merekomendasikan