Buku Beginilah Islam Melindungi Wanita

Penerbit: Darul Haq


  • 30.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Beginilah Islam Melindungi Wanita

Oleh: Syaikh DR. Muhammad Ya’qub ad-Dahlawy, Penerbit Pustaka Imam asy-Syafi’i

Wanita dalam Islam mendapat sorotan tajam, utamanya dari non muslim. Bagi mereka, seolah hak-hak wanita dalaam Islam serba terbatas (terpasung oleh syari’at). Padahal jika mereka mau objektif, melihat lebih dekat, maka akan didapati bahwa Islam sebaik-baik agama yang memuliakan wanita. Buku yang ada di hadapan pembaca, mengupas problem ‘fenomena Siti Nurbaya’ (baca: kawin paksa). Penulis ingin mencoba menggugah kesadaran para wali untuk memudahkan urusan putrinya dalam hal pernikahan, yang acapkali sarat dengan kepentingan mengeruk harta. Bagaimana Islam memandangnya? Sebagai referensi pelengkap kami kutipkan fatwa dari Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah,

Pertanyaan: Syaikh Ibnu Baz ditanya : Apakah boleh bagi seorang ayah memaksa putrinya menikah dengan lelaki yang tidak ia suka ?

Jawaban:  Tidak ada hak bagi seorang ayah ataupun yang lain memaksa putrinya menikah dengan lelaki yang tidak disukainya, melainkan harus berdasarkan izin darinya, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda. “Wanita janda tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai pendapat, dan wanita gadis tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai izin darinya. Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, bagaimana izinnya ?’ Beliau menjawab : ‘Ia diam.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). (lalu syaikh membawakan riwayat yang lain).

Adalah kewajiban seorang bapak meminta izin kepada putrinya apabila ia telah berusia sembilan tahun ke atas. Demikian pula para wali tidak boleh menikahkan putri-putrinya kecuali dengan izin dari mereka. Inilah yang menjadi kewajiban semua pihak ; barangsiapa yang menikahkan putrinya tanpa seizin dari dia, maka nikahnya tidak sah, sebab di antara syarat nikah adalah kesukaan (keridhaan) dari keduanya (laki-laki dan perempuan).

Maka apabila ia dinikahkan tanpa keridhaan darinya, namun dipaksa di bawah ancaman berat atau hukuman fisik, maka nikahnya tidak sah ; kecuali pemaksaan ayah terhadap putrinya yang berusia kurang dari sembilan tahun, maka itu boleh, dengan alasan Rasulullah menikahi Aisyah tanpa izin darinya yang pada saat itu masih berumur kurang dari sembilan tahun, sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih al-Bukhari dan Muslim. Adapun jika ia telah berusia sembilan tahun ke atas maka tidak boleh dinikahkan kecuali berdasarkan izin dari dia, sekalipun yang akan menikahkannya itu adalah bapaknya sendiri. Dan kepada pihak laki-laki (calon suami) jika mengetahui bahwa perempuan yang ia inginkan tidak menyukai dirinya, maka hendaknya jangan maju terus untuk menikahinya sekalipun bapaknya bersikap penuh toleran kepadanya.

Hendaklah selalu bertaqwa kepada Allah dan tidak maju untuk menikahi perempuan yang tidak menyukai dirinya, sekalipun mengaku bahwa bapaknya tidak melakukan pemaksaan. Ia wajib waspada terhadap hal-hal yang diharamkan oleh Allah, karena Rasulullah telah memerintahkan agar meminta izin (terlebih dahulu kepada si permpuan yang dimaksud). Dan kami berpesan kepada perempuan yang dilamar agar selalu bertaqwa kepada Allah dan menyetujui keinginan bapaknya untuk menikahkannya jika lelaki yang melamarnya adalah lelaki taat beragama dan baik akhlaknya, karena pernikahan itu menyimpan banyak kebaikan dan maslahat yang sangat besar, sedangkan hidup membujang itu banyak mengandung bahaya. Maka yang kami pesankan kepada semua remaja putri adalah menyetujui lamaran lelaki yang sepadan (dengan dirinya) dan tidak membuat alasan ‘masih ingin belajar’ atau ‘ingin mengajar’ atau alasan-alasan lainnya. (Disalin dari. Fatwa-Fatwa Terkini, Darul Haq).

Buku Beginilah Islam Melindungi Wanita, Penulis: Dr. Muhammad Ya'qub ad-Dahlawy, Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafii, Buku cetak edisi softcover, tebal buku 192 halaman, ukuran buku 14,5 x 20,5 cm, dan dengan berat 449 gram. Harga Rp. 30.000,-

Kode : 53BK9028


Kami Juga Merekomendasikan