Buku Belajarlah Menyatakan Cinta (Sukses Publishing)

Penerbit: Sukses Publishing


  • 60.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Belajarlah Menyatakan Cinta

Jon Hariyadi, Penerbit Sukses Publishing 

Saat ada orang yang menyatakan, “Dari dulu begitulah Cinta, deritanya tiada akhir,” maka bisa jadi sang pengucap tidak pernah tahu cara menyatakan cinta yang benar. Melalui buku ini, Anda tidak sedang diarahkan untuk menjadi pujangga sekaliber Thufail bin Amr ad-Dausy radhiyallahu ‘anhu atau untuk menjadi pribadi yang lebay bin alay. Tidak … tidak, buang segera pemahaman tersebut dari kamus berpikir Anda. Penulis mengajak Anda untuk membangun fitrah manusia yakni mencintai dan dicintai. Bagaimana caranya? Temukan bahan “gombalan bunga-bunga cinta” dalam setiap lembar buku ini …

Cinta Itu Bukan Menunggu

Haruskah menunggu masa-masa sulit dulu untuk bisa menunjukkan perasaan kepada orang yang kita cintai? Seharusnya tidak bukan? The experienxe is the best teacher, kata sang bijak. Pengalaman adalah guru yang terbaik hidup kita. Allah pun mendidik manusia dengan menempatkan manusia pada kondisi-kondisi sulit. Sama sekali tidak salah kalimat bijak itu. Tetapi juga sangat arif kalau kita bercermin diri dan bersikap jujur melihat cara hidup kita sendiri. Kita seringkali begitu percaya diri bahwa masa-masa sulit adalah cobaan. Kita menganggap itu cobaan untuk menunjukkan bahwa sebenarnya kita sudah bersikap benar. Juga, untuk menganggap bahwa kita sebenarnya orang baik. Kita sudah berbuat yang terbaik dan benar dalam pernikahan kita. Cobaan itu tidak lain adalah ujian pernikahan dan ujian kualitas diri kita sebagai pelakunya. (Selengkapnya hal.39)

Mencari Manisnya Cinta

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُـحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِـي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِـي النَّارِ.

“Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman: Barangsiapa yang Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya; Apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah; Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam api Neraka.” (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Manisnya iman kita, kata Rasulullah ada pada kecintaan kita kepada seseorang karena cinta kita kepada Allah. …. Sekarang, cinta kita kepada istri kita adalah karena dia saudara kita seiman yang halal untuk kita nikahi. Kita cintai dia bukan semata karena dia seorang wanita, tetapi karena kecintaannya kepada Allah. Kita cintai dia, karena komitmennya untuk mencintai Rasulullah dengan bersedia hidup di bawah payung suluh beliau. Dengan itulah dia adalah wanita penyandang identitas shalihah. Wanita pemilik agama yang direkomendasi Rasulullah agar kita pilih sebagai pendamping hidup.

Buku Belajarlah Menyatakan Cinta, Penulis Jon Hariyadi, Penerbit Sukses Publishing, format buku softcover, tebal buku 374 halaman, ukuran buku 12 x 20.5 cm, berat buku 550 gram, Harga Rp. 60.000,-


Kami Juga Merekomendasikan