Buku Berkah Shalat Shubuh Berjamaah (Fatiha)

Penerbit: Fatiha


  • 59.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Berkah Shalat Shubuh Berjamaah

Oleh: Ust. Fachrur Mu’is, Penerbit Fatiha

Sukses shalat Shubuh secara berjama’ah itu luar biasa, masya Allah! Akan tetapi banyak juga yang gagal menempuhnya, mengapa bisa terjadi? Suatu kali seorang mu’adzin di sebuah daerah ngudo roso (curhat=curahan hati) kepada penulis, beliau berkata, “Saya telah mengumandangkan adzan Shubuh. Namun, tak ada seorang pun yang datang. Apakah akan saya tutup saja masjid ini dan saya pergi ke masjid lain, agar bisa mendapatkan shalat berjama’ah bersama mereka ataukah saya harus shalat sendirian?” Nyata terjadi dan sungguh miris mendengarnya.

Inilah salah satu fakta yang terjadi akhir-akhir ini di sekitar kita. Masjid-masjid mengeluh karena dijauhi oleh umat Islam ketika shalat Shubuh. Andaikata benda-benda mati bisa berbicara, niscaya manusia bisa mendengar rintihan dan keluhannya kepada Allah.

Masjid-masjid tersebut memanggil-manggil, “Di manakah orang-orang yang shalat Shubuh? Di manakah mereka yang memakmurkan masjid?”

Ternyata, kita dapatkan mayoritas umat Islam sedang tidur nyenyak sewaktu adzan Shubuh. Mereka melalaikan shalat Shubuh, seakan kewajiban tersebut ditetapkan bagi umat lain. Sungguh fenomena yang menyedihkan hati dan membuat air mata tak berhenti mengalir. Shalat Shubuh adalah tolak ukur kejujuran dan keimanan seorang Muslim, lalu mengapa ia terasa berat untuk dilaksanakan?

Menyelisihi Aturan Malam Dan Siang

Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang merasa berat melaksanakan shalat secara umum dan shalat Shubuh secara khusus. Salah satunya adalah menyelisihi aturan siang dan malam.

Allah telah menetapkan bagi manusia sistem waktu untuk bekerja dan istirahat. Dia Azza wa Jalla menjadikan waktu malam untuk tidur, istirahat, dan mencari ketenangan. Sebaliknya, Dia Azza wa Jalla menjadikan waktu siang untuk bekerja, berusaha, dan melakukan berbagai kegiatan. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,

اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

“Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (Surat al-Mu’min: 61)

Waktu Nyenyaknya Tidur

Empat belas abad yang lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan bahwa shalat yang paling berat adalah shalat ini (shalat Shubuh), beliau bersabda:

لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657).

Pada zaman sekarang, ujian tersebut bisa jadi semakin berat. Sebab, ketika adzan Isya’ berkumandang, banyak umat Islam yang sedang asyik melihat berbagai acara di televisi. Hingga tak jarang yang begadang hingga larut malam.

Buku Berkah Shalat Subuh Berjamaah Penerbit Fatihah, Buku cetak edisi softcover, tebal buku 236 halaman, ukuran buku 14 x 20,5 cm, dan dengan berat 461 gram. Penulis: Ust. Fahrur Mu'is, Penerbit: Fatiha, Rp. 59.000,-


Kami Juga Merekomendasikan