Buku Dosa-Dosa yang Diremehkan Manusia (Zam-Zam)

Penerbit: Zam-Zam


  • 36.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Dosa-Dosa yang Diremehkan Manusia 

Muhammad Shalih al-Munajjid, Zam-Zam Mata Air Ilmu

Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan perkara-perkara wajib yang tidak boleh dilalaikan, telah menetapkan batasan-batasan yang tidak boleh dilampaui, dan telah mengharamkan beberapa hal yang tidak boleh dilanggar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apa yang dihalalkan Allah di dalam Kitab-Nya, maka ia halal; apa yang Dia haramkan, maka ia haram, dan apa yang Dia diam darinya, maka ia boleh. Karenanya terimalah kebolehan yang diberikan oleh Allah, sebab Allah itu tidak lupa. Kemudian beliau membaca ayat berikut, “(artinya) Dan Rabbmu tidaklah lupa.”” (HR. Hakim)

Perkara-perkara haram adalah batasan-batasan yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Dia berfirman,

وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ

“Dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.” (Surat ath-Thalaq: 1)

Banyak kita jumpai mereka yang memperturutkan hawa nafsu, lemah jiwanya dan minim pengetahuannya, bila mendengar perkara-perkara yang haram, mereka berpaling sambil menggerutu dan mengeluh. Kata mereka, “Semuanya haram, semua hal kamu haramkan, tidak terkecuali.” “Kalian jadikan hidup kami suram,” “Kalian jadikan hati kami sempit,” Dan ucapan-ucapan yang tidak pantas lainnya.

Sebenarnya, ada banyak hikmah di balik pengharaman perkara-perkara haram, di antaranya; Allah Ta’ala hendak menguji hamba-hamba-Nya dengan perkara haram tersebut, Dia hendak melihat apa yang mereka perbuat. Kemudian di antara kelebihan penduduk Surga dibanding penduduk Neraka ialah bahwa penduduk Neraka tenggelam dalam perkara syubhat yang mengelilingi Neraka, sedangkan penduduk Surga bersabar menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan yang melingkupi Surga.

Sekiranya bukan karena ujian ini tentu tidak diketahui siapa yang durhaka dan siapa yang taat. Orang beriman memandang beratnya taklif (beban kewajiban agama) dengan mata penuh pengharapan pahala dan penunaian perintah Allah, demi mendapatkan ridha-Nya, sehingga beban berat menjadi ringan bagi mereka. Sedangkan orang munafik melihat beratnya taklif dengan pandangan penuh kesakitan, keluhan, dan keengganan, sehingga langkah kaki terasa begitu berat dan ketaatan terasa melelahkan.

Dengan meninggalkan yang haram, orang yang taat akan menjumpai sesuatu yang manis. Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik dan ia akan menjumpai lezatnya iman di dalam hatinya.
Di dalam risalah ini pembaca budiman bisa menjumpai sejumlah perkara haram yang keharamannya telah ditetapkan oleh syari’at, disertai penjelasan dalil-dalil pengharaman dari al-Qur’an dan as-Sunnah. Sejumlah ulama telah menyusun buku tentang perkara haram atau sebagian jenisnya, seperti halnya dosa besar.

Salah satu buku berkualitas dalam tema ini adalah Tanbih al-Ghafilin ‘an A’mal al-jahilin karya Ibnu Nuhas ad-Dimasyqi rahimahullah. Perlu Anda ketahui bahwa larangan-larangan yang dipaparkan di dalam buku ini telah menyebar luas dan diparaktekkan oleh banyak kaum muslimin. Wallahul Musta’an.

Buku Dosa-Dosa yang Diremehkan Manusia, Buku cetak edisi softcover, Penulis: Muhammad Shalih Al-Munajjid, Penerbit: Zam-Zam, tebal buku 179 halaman, ukuran buku 14 x 20 cm, dan dengan berat 403 gram, Harga Rp. 36.000,-


Kami Juga Merekomendasikan