Buku Hadits-Hadits Lemah Dan Palsu Dalam Ibadah (Daru Sunnah)

Penerbit: Darus Sunnah


  • 115.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Hadits-Hadits Lemah Dan Palsu Dalam Ibadah

Zakariya bin Ghulam Qadir al-Bakistani, Penerbit Darus Sunnah 

Kitab ini merupakan risalah yang menghimpun beragam hadits-hadits dhaif tentang berbagai hukum disertai dengan penjelasan tentang sebab-sebab kedhaifan hadits-hadits tersebut. Begitu juga komentar para ulama hadits mengenai hadits tersebut, di antaranya adalah Imam al-Baihaqi, Ibnu Hajar, dan Syaikh al-Albani --semoga Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepda mereka semua--

Penulis membagi isi buku ini menjadi dua bagian; Pertama, bagian ibadah. Kedua, bagian muamalah. Seperti jual beli, pernikahan, dan sejenisnya. Suatu hal yang patut Anda ketahui, bahwa ada sejumlah hadits yang telah dianggap dhaif oleh sebagian ulama, namun penulis tidak menyebutkannya di sini, karena hadits-hadits tersebut ternyata tsabit (ada dasarnya) dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan alasan-alasan yang menganggapnya sebagai hadits dhaif tidak dapat dibenarkan. Keterangan akan hal itu terdapat dalam kitab yang berisi hadits-hadits tentang masalah-masalah hukum, pendapat yang rajih (kuat) adalah bahwa hadits-hadits tersebut shahih karena disertai dengan jawaban terhadap alasan-alasan yang mengklaim hadits tersebut dhaif.

Pentingnya Tema Ini

Kaum muslimin dituntut dalam menjalankan semua ibadah kepada Allah Azza wa Jalla harus berdasar kepada Kitabullah dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Keaslian Kitabullah atau al-Qur’an al-Karim telah terjaga dari usaha-usaha kaum kafir, zindiq, dan munafiq dari usaha pemalsuan, perubahan atau penistaan. Hal tersebut di atas tidak terjadi pada hadits-hadits Nabawi, karena hadits Nabawi yang mulia ini telah terkena pemalsuan.

Pemalsuan hadits terjadi ketika limit waktu antara masa Rasulullah dengan penulisan hadits secara lengkap dan resmi baru terjadi pada awal abad kedua. Hal ini memberikan peluang munculnya para pemalsu hadits, dengan berbagai latar belakang dan kepentingan mereka. Sehingga bermunculanlah hadits-hadits palsu / maudhu’, yang dapat mengancam kemurnian aqidah, ibadah dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kaum muslimin berkewajiban mengamalkan hadits Nabawi dalam segala bentuk ibadahnya mengacu kepada dalil yang shahih, sekurangnya hadits hasan, lebih-lebih dalam hal aqidah. Buku ini menghimpun dalil-dalil dhaif dalam hal ibadah mengenai thaharah, shalat, zakat, puasa, haji, dan berkenaan dengan hukum jenazah.

Contoh Hadits Dhaif

(Tidak Disyari’atkannya Shalat Jum’at di Kampung dan Pedalaman)

Hadits: “Tidak ada shalat Jum’at dan shalat hari raya kecuali di kota tempat berkumpul.”
Derajat Hadits: Tidak ada asalnya.

Disebutkan oleh Abu Yusuf dalam al-Atsar (60), Ibnu Hajar berkata dalam ad-Dirayah (1/214), “Aku belum pernah mendapatkan hadits ini.” Al-Albani berkata dalam adh-Dha’ifah (2/317), “Hadits ini tidak memiliki dasar secara marfu’.”

Hadits: Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Lima golongan yang tidak boleh melaksanakan shalat Jum’at; wanita, seorang musafir, seorang hamba sahaya, seorang anak kecil, dan penduduk pedalaman.”

Derajat Hadits: Isnadnya dhaif. Ditakhrij oleh ath-Thabrani dalam al-Ausath (Majma’ al-Bahrain/942): dalam sanadnya terdapat Ibrahim bin Hamad, ia adalah dhaif.

Buku Hadits-Hadits Lemah Dan Palsu Dalam Ibadah, Penulis Zakariya bin Ghulam Qadir al-Bakistani, Penerbit Darus Sunnah, format buku hardcover, tebal buku 560 halaman, ukuran buku 16 x 24,5 cm, berat buku 1000 gram, Harga Rp. 115.000,-


Kami Juga Merekomendasikan