Buku Indahnya Sabar (Maghfirah Pustaka)

Penerbit: Maghfirah Pustaka


  • 85.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Indahnya Sabar

Oleh: Syaikh Ibnul Qayyim al-Jauziyah,  Maghfirah Pustaka

Sabar siapakah yang punya? Sebuah perhiasan mulia yang hendaknya dilekatkan terus menerus di dalam jiwa. Sabar dan sabar, apa itu sabar? Bagaimana batasan-batasannya? Berikut ini kami kutipkan beberapa perkataan penulis yang tersebar dalam berbagai kitabnya: Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.” al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Allah  menjadikan sabar sebagai kuda tunggangan yang tak kenal lelah, pedang yang tak pernah tumpul, prajurit yang pantang menyerah, benteng kokoh yang tak bisa dihancurkan dan ditembus. Sabar merupakan saudara kandung kemenangan. Di mana ada kesabaran, di situ ada kemenangan.”

Secara etimologi, sabar mempunyai arti menahan. Maksudnya, menahan kalbu dari rasa kesal terhadap ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala (takdir), menahan lisan dari berkeluh kesah, dan menahan anggota badan dari perbuatan maksiat, seperti menampar-nampar pipi, merobek-robek baju, mencabut-cabut rambut, dan yang semisalnya. Di atas tiga asas itulah kesabaran dibangun.

Adapun hakikat sabar itu sendiri adalah sebuah budi pekerti luhur yang dapat menahan seseorang dari perbuatan yang tidak baik. Sabar termasuk salah satu dari kekuatan batin (psikis) yang dapat menstabilkan jiwa seseorang sehingga menjadi baik dan lurus.

Di dalam al-Qur’an dan as-Sunnah, sabar disebutkan dalam beberapa bentuk lafadz yang mempunyai kandungan makna berbeda-beda;

  1. Shabr : kesabaran yang dilakukan dengan mudah.
  2. Tashabbur: kesabaran yang dilakukan dengan upaya dan perjuangan.
  3. Ishthibar: puncak dari tashabbur. Maksudnya, puncak dari kesabaran yang dilakukan dengan upaya dan perjuangan.
  4. Mushabarah : kesabaran yang dilakukan di medan laga saat berhadapan dengan musuh. Ditinjau dari sisi keterkaitannya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sabar terbagi menjadi tiga,
  5. Sabar dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala (ashshabru billah). Maknanya, memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meyakini bahwa Dia-lah Dzat yang menjadikan seorang hamba bersabar. Betapa pun seseorang mampu bersabar maka semua itu berkat pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan kemampuan dirinya semata.
  6. Sabar karena Allah Subhanahu wa Ta’ala (ashshabru lillah). Maknanya, kesabaran yang dilakukan karena kecintaan kepada Allah Subhanahu wata’ala, menginginkan wajah-Nya, dan taqarub kepada-Nya. Bukan untuk menonjolkan diri, ingin dipuji orang, dan tujuan buruk lainnya.
  7. Sabar bersama Allah Subhanahu wa Ta’ala (ashshabru ma’allah).

Maknanya, kesabaran seorang hamba bersama syariat Allah dan segala ketentuan hukum-Nya secara berkesinambungan, berteguh diri di atas syariat dan hukum tersebut, berjalan di atasnya, serta menjalankan segala konsekuensinya. Hidupnya selalu dikendalikan oleh syariat dan hukum tersebut, kapan saja dan di mana saja ia berada.

(Dikutip dari al-Fawa’id, hal. 95; Uddatush Shabirin, hal. 4-16; al-Wabilush Shayyib, hal. 5;   dan Madarijus Salikin, 2/157).

Buku Indah Nya Sabar Penerbit Maghfirah Pustaka, Buku cetak edisi hardcover, tebal buku 415 halaman, ukuran buku 16,5 x 23,5 cm, dan dengan berat 614 gram. Penulis: Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah, Penerbit: Maghfirah Pustaka, Harga Rp. 85.000,-


Kami Juga Merekomendasikan