Buku Istighfar (Darul Falah)

Penerbit: Darul Falah


  • 12.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Istighfar

Ibnu Taimiyah, Penerbit Darul Falah

Istighfar mempunyai urgensi yang sangat besar dalam Islam. Banyak ayat dalam Al-Qur’an yang membicarakan masalah ampunan dan istighfar, baik berupa perintah, pujian maupun tuntutan. Allah telah memerintahkan Nabi-Nya, Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam untuk mengerjakan istighfar, sebagaimana firman-Nya,

وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surat An-Nisaa’: 106)


Allah Ta’ala juga memerintahkan orang-orang mukmin untuk mengerjakannya sebagaimana termaktub dalam surat Al-Muzammil: 20)

Adakah syarat istighfar? Istighfar mempunyai syarat-syarat yang harus dipenuhi, di antaranya: Mengikhlaskan hati karena Allah dan menghadirkannya bersama lafaz yang terucap, karena ikhlas merupakan asas diterimanya setiap ketaatan. Kedua, Tidak senantiasa mengerjakan dosa. Orang yang melakukan istighfar harus melepaskan diri dari dosa yang pernah dilakukannya. Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Surat Ali Imran: 135)

Adakah Buah Istighfar? Pertama, diampuninya dosa-dosa. Siapa yang mengakui dosanya dan juga meninggalkannya, maka dia akan diampuni. Kedua, Ridha Allah dan kecintaan-Nya. Istighfar merupakan perkara yang penting, sehingga seorang hamba bisa mendapatkan ridha dan kecintaan dari Allah. Ketiga, memperoleh rahmat-Nya. Allah berfirman,

قَالَ يَا قَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ ۖ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dia berkata: “Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.” (Surat An-Naml: 46)


Di antara perkara-perkara yang perlu dimintakan ampunan dan taubat ialah apa yang ada di dalam jiwa, berupa hal-hal yang sekiranya diucapkan atau dikerjakan, maka mendatangkan siksaan. Allah Ta’ala berfirman,

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Surat Al-Baqarah: 284)

Buku Istighfar, Ibnu Taimiyah, Penerbit Darul Falah, format buku softcover, tebal buku 104 halaman, ukuran buku 11.5 x 17.5 cm, berat buku packing +/- 250 gram, Harga Rp. 12.000,-


Kami Juga Merekomendasikan