Buku Jatuh Cinta Sama Allah Saja (Samudera)

Penerbit: Samudera


  • 34.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Jatuh Cinta Sama Allah Saja

Oleh: Ustadz Burhan Sodiq, Penerbit Samudera

Bicara cinta memang tidak ada habisnya, baik yang tua maupun muda, apalagi remaja. Mereka adalah biangnya cinta monyet. Lho kok bisa? Simak saja buku ini secara berurutan, oke? Namanya buku motivasi, kadang penulis menyuguhkan idola yang sebenarnya jauh dari esensi sebenarnya (sebagaimana tertuang dalam hal.27). Dan dalam hal ini, terdapat ibrah yang bisa kita ambil maupun kita tinggalkan. Apabila ibrah (hikmah kisah yang disajikan) sesuai dengan misi syariat maka tidak mengapa kita mendukungnya. Namun apabila sebaliknya, tentu berat hati jika hati harus mengatakan, “Seorang penyanyi remaja menjadi ikon muslim  dunia.” Apakah tidak sebaiknya diubah, “Seorang penghafal remaja telah menjadi ikon muslim dunia.”

Apa itu Cinta?

Makna cinta tidak hanya terbatas kepada hubungan kasih antara dua insan semata, namun sesungguhnya makna cinta itu lebih luas dan dalam. Cinta merupakan salah satu sebab yang kuat untuk memulai suatu perbuatan. Demikianlah cinta, ia mampu membangkitkan jiwa, menggerakkan hati dan badan tatkala disebutkan sesuatu yang dicintainya. Namun, dari sekian banyak cinta yang dimiliki seorang manusia, hanya ada dua cinta yang hakiki: [1] mencintai Allah dan ini poros cinta yang semua cinta akan kembali kepada cinta ini, [2] mencintai apa saja yang dicintai Allah. Oleh karena itu, kita mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para shahabat, dan orang-orang shalih, karena Allah mencintai mereka dan Allah pun memerintahkan demikian. Untuk itu Allah menjadikan mencintai saudaranya sesama muslim karena-Nya termasuk satu dari tiga penyempurna keimanan, sehingga orang tersebut akan merasakan lezatnya iman. Sebagaimana kabar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Tiga perkara yang barangsiapa memilikinya, maka dia akan merasakan lezatnya iman, yaitu: [1] Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, [2] mencintai saudaranya karena Allah semata, [3] membenci kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan darinya, sebagaimana ia benci jika dilemparkan ke dalam api.” [HR. Bukhari dan Muslim]. Dalam hadits yang lain: “Tidaklah (sempurna) keimanan salah seorang di antara kalian hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” [HR. Bukhari dan Muslim]. Dalam dua hadits ini, Allah melalui lisan Rasul-Nya mengaitkan kesempurnaan iman dengan mencintai sesama muslim karena mereka mencintai Allah. (buletin.muslim.or.id/aqidah/)

Motivator Cinta Kepada Allah Ta’ala

Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di berkata: “Karunia atau kebaikan semua kembali kepada Allah, karena Dialah yang memudahkan segala sebab untuk menjadikan hamba-hamba-Nya cinta kepada-Nya, Dialah yang mengajak dan menarik hati mereka untuk mencintai-Nya. Dialah yang mengajak hamba-hamba-Nya untuk mencintai-Nya dengan menyebutkan (dalam al-Qur’an) sifat-sifat-Nya yang maha luas, agung dan indah, yang ini semua akan menarik hati-hati yang suci dan jiwa-jiwa yang lurus. Karena sesungguhnya hati dan jiwa yang bersih secara fitrah akan mencintai (sifat-sifat) kesempurnaan.” (muslimah.or.id/4432)

Buku Jatuh Cinta Sama Allah Saja, Buku cetak edisi softcover, tebal buku 174 halaman, ukuran buku 12 x 18 cm, dan dengan berat 149 gram. Penulis: Burhan Sodiq, Penerbit: Samudera, Harga Rp. 34.000,-


Kami Juga Merekomendasikan