Buku Kamus Jama’ Taksir (Trimus Press)

Penerbit: Trimus Press


  • 30.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Kamus Jama’ Taksir 

M. Muslikhun, Trimus Press

Mufradat adalah salah satu hal yang paling penting untuk meningkatkan maharat al-Kalam (kemampuan berbicara) kita. Orang berbicara pasti akan menggunakan mufradat. Orang paham qawa’id, tapi tidak menghafalkan mufradat tentu untuk sulit berbicara. Sebaliknya, orang yang kurang paham qawa’id (tata bahasa) tapi banyak hafalan mufradat tentu bisa berbicara walaupun masih ada kesalahan. Dalam bahasa Arab, ada kata tunggal dan kata jama’. Jama’ dalam bahasa Arab ada yang beraturan, yang sering kita kenal dengan istilah jama’ Taksir. Sering kita temui para pelajar rata-rata menghafalkan kata bentuk tunggal, dan mereka merasa kesulitan ketika mencari jama’ taksirnya. Dengan adanya kamus kecil ini, insya Allah sangat membantu dan memudahkan kita untuk mencari bentuk jama’nya suatu kata.

Pengertian Jamak Taksir

Secara bahasa arti kata “jamak” adalah banyak sedangkan kata “taksir” artinya pecah, jadi pengertian jamak taksir secara bahasa adalah kata yang dipecah sehingga menjadi banyak, artinya sebuah kata dalam bahasa arab dipecah bentuk katanya sehingga memiliki makna “banyak” hal ini sejalan dengan pengertian jamak taksir menurut istilah.
Sedangkan pengertian jamak taksir menurut istilah ilmu nahwu adalah :

مَا تَغَيّرَ عَنْ بِنَاءِ مُفْرَدِهِ

“Lafadz yang berubah dari bentuk mufradnya.”

Isim jamak taksir awalnya ialah bentuk mufrad lalu kemudian lafadnya berubah sehingga ia disebut dengan isim jamak taksir Contohnya kata كُتُبٌ yang artinya “kitab-kitab” dan kata رُسُلٌ yang artinya “para rasul” yang terdapat dalam surat al-Baqarah ayat 285. Kata كُتُبٌ berasal dari kata كِتَابٌ dan kata رُسُلٌ bersal dari kata رَسُولٌ.

Lalu bagaimana peraturan perubahan yang terjadi pada isim jamak taksir ini, . Ada enam peraturan perubahan yang terjadi pada isim jamak taksir, yaitu :

  1. Perubahan pada harakatnya (شَكَل) contohnya : اَسَدٌ menjadi اُسُدٌ artinya beberapa singa.
  2. Perubahan dengan ditambahi hurufnya (زِيَادَة) contohnya : صِنْوٌ menjadi صِنْوَانٌ artinya kembar.
  3. Perubahan dengan dikurangi (نقصان) contoh : نِعْمَةٌ menjadi نِعَمٌ artinya nikmat.
  4. Perubahan pada harakat dan ditambahi (شكل + زيادة) contoh : رَجُلٌ menjadi رِجَالٌ artinya beberapa anak laki-laki.
  5. Perubahan pada harakat dan dikurangi (شكل + نقصان) contoh : رَسُولٌ menjadi رُسُلٌ artinya para rasul.
  6. Perubahan pada harakat, ditambahi dan dikurangi (شكل + زيادة + نقصان) contoh : غُلَامٌ menjadi غِلْمَانٌ artinya beberapa pemuda.

Disarikan dari adinawas.com dengan sedikit perubahan

Motivasi Terindah

Imam Hasan al-Bashri berkata, “Mereka sesat karena bahasa selain Arab. Mereka mentakwil al-Qur’an, tidak sesuai takwil yang benar.” (Syarh Mukhtashar ar-Raudhah, at-Thufi).

Imam asy-Sya’bi berkata, “Nahwu dalam ilmu itu seperti garam dalam makanan. Selalu dibutuhkan.” (Jami Bayan al-Ilmi, 2/325).

Imam Muhammad bin Hasan (Guru dari Imam asy-Syafi’i) berkata, “Ayahku meninggalkan warisan untukku 30.000 dirham (sekitar 12,75 kg emas). Separuhnya, saya gunakan untuk belajar nahwu di kota Roy. Sisinya saya gunakan untuk belajar Fiqh.” (al-Ibar fi Khabar, 1/56).

Diadaptasikan dari KonsultasiSyariah.com

Buku Kamus Jama’ Taksir, Kamus cetak edisi softcover, tebal 160 halaman, ukuran 10,5 x 16 cm, dan dengan berat 308 gram, Harga Rp. 30.000,-


Kami Juga Merekomendasikan