Buku Ketika Usia 40 Tiba (Mumtaza)

Penerbit: Mumtaza


  • 20.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Ketika Usia 40 Tiba

Oleh: Syaikh Dr. M. MUsa asy-Syarif, Mumtaza

Buku kecil ini berbicara mengenai umur tertentu yang dilalui oleh manusia, sebuah tahapan yang sangat penting, yaitu masa setelah usia 40 tahun. Dalam usia ini, banyak manusia yang mengira bahwa mereka telah sampai pada ‘musim gugur’ dari sesi (kehidupan) yang dilaluinya, serta bahwa mereka sudah meninggalkan ‘musim semi’ (masa muda) dan kehilangan vitalitas dan kecemerlangan. Sebagian dari mereka bahkan ada yang larut dan tenggelam oleh perasaan ini hingga mereka dilanda sejumlah penyakit kejiwaan, seperti frustasi dan putus asa, kehilangan hasrat untuk bekerja dan berkontribusi, minder dan mundur ke belakang, serta mengurangi pergaulan dengan orang lain hingga hampir-hampir bisa dikatakan melakukan ‘uzlah (isolasi diri). Hal-hal seperti itu terjadi dalam berbagai strata sosial masyarakat dan dalam tingkatan yang berbeda-beda pula.

Buku kecil ini dihadirkan untuk mendiskusikan persoalan tersebut. Buku ini akan menjelaskan bahwa usia emas yang dimiliki oleh manusia  -saat-saat di mana manusia mampu memberikan kontribusi dan partisipasi dalam persoalan-persoalan kemasyarakatan-  adalah setelah usia 40 tahun.

Buku ini juga dihadirkan untuk menjawab berbagai macam pertanyaan yang dilontarkan oleh sekian banyak manusia tentang persoalan ini, baik dengan bahasa lisan maupun bahasa tubuh mereka; serta untuk menggariskan langkah-langkah praktis guna memperbarui kehidupan dan jalan hidup yang ditempuh oleh seseorang setelah ia menginjak usia 40 tahun, disertai dengan beberapa contoh nyata tentang orang-orang yang mampu menyajikan, mencurahkan, dan memberikan kontribusi setelah mereka mencapai usia ini. Padahal sebelum itu, mereka belum mampu memberikan partisipasi yang berarti dalam kehidupan umat manusia.

Aku berharap kepada siapa saja yang sudah melalui usia 40 tahun agar membaca buku kecil ini dengan cermat dan seksama, kemudian merenungi dan mengamalkan isinya berkenaan dengan hal-hal yang ia pandang bermanfaat dan cocok bagi dirinya. Hendaknya ia berani tampil dengan senyum dan optimisme dalam mengarungi kehidupan. Hendaknya ia sadar bahwa sekalipun seorang mukmin telah mencapai usia tertentu, sesungguhnya ia masih mampu untuk maju dan memberikan sesuatu. Perumpamaan dirinya adalah laksana pohon Kurma; semakin tua usianya, maka semakin  bagus pula buah yang diberikan olehnya, batangnya semakin menjulang tinggi ke langit, panoramanya semakin indah dan menarik, bentuknya semakin sempurna, akarnya semakin kuat menancap ke bumi, dan semakin berat pula bagi orang yang memanjatnya. Seorang mukmin itu senantiasa  bisa memberikan manfaat dan kontribusi, serta terus bisa bekerja sampai ia benar-benar harus menghadap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, setua apapun usianya.

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (Surat al-Hijr: 99)

Buku Ketika Usia 40 Tiba Penerbit Mumtaza, Buku cetak edisi softcover, tebal buku 128 halaman, ukuran buku 13 x 20,5 cm, dan dengan berat 350 gram. Penulis: Dr. M. Musa Asy-Syarif, Penerbit: Mumtaza, Harga Rp. 20.000,-


Kami Juga Merekomendasikan