Buku Khutbah-Khutbah Rasulullah

Penerbit: Darul Falah


  • 70.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Khutbah-Khutbah Rasulullah

Oleh: Syaikh Muhammad Khalil al-Khatib, Penerbit Darul Falah

Pembaca, buku yang ada di hadapan Anda ini mengulas perihal A-Z nya khutbah. Dari sisi historis maupun praktek nyata seputar khutbah. Dalam permulaannya disebutkan “Apa yang hendaknya dibaca dalam mengawali sebuah khutbah” atau yang biasa kita kenal dengan khutbah hajat. Jadi, jangan dipahami bahwa buku ini mirip dengan buku leterlek yang dijadikan bahan berceramah. Akan tetapi, hanyalah kajian hadits seputar khutbah.

Sekilas Tentang Kode Etik Khutbah dan Khatib

  1. Khatib seyogyanya beraqidah benar dan lurus, sesuai dengan pemahaman ahlus sunnah wal jamaah dan tidak memiliki pemahaman aqidah yang menyimpang, seperti menyekutukan Allah dengan makhluk dan membatasi nama & sifat Allah. Selain itu juga, hendaknya ia lebih mendahulukan dalil naqli (al-Qur’an dan sunah) dibandingkan dalil aqli (logika). Jika dalam praktiknya, logika tidak bisa merasionalkan argumentasi al-Qur’an dan sunah, perlu disadari bahwa hal itu terjadi karena kekurangan dan ketidaksempurnaan akal. Bukan karena argumentasi dalil naqli bertentangan dengan logika. Sebab, sangat tidak mungkin, dilihat dari sudut pandang manapun, argumentasi al-Qur’an dan sunah yang sahih bertentangan dengan logika umum.
  2. Memiliki kepribadian yang tenang dan berwibawa, mengagungkan tanda-tanda kebesaran dan syiar Allah Subhanahu wa Ta’ala, memandang larangan dan pelanggaran syariat sebagai perbuatan hina dan tidak terhormat. Selain itu, segala gerak-gerik ibadahnya, mulai dari berdiri, duduk, bergerak, dan diam dilakukan karena Allah. Segala urusannya harus tunduk pada perintah Allah. Hawa nafsunya mengikuti tuntunan yang dicontohkan Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, memaafkan orang yang dimaafkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak memutuskan harapan pelaku dosa dari berharap rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak membiarkan hamba yang patuh merasa aman ujian Allah, menyukai rukhshah (keringanan dalam melaksanakan suatu kewajiban) tanpa meremehkan perintah-perintah Allah, dengan demikian mereka termasuk orang mencintai dan dicintai hamba Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah orang yang kalian cintai dan ia mencintai kalian. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah orang yang kalian tidak sukai dan ia juga tidak menyukai kalian.”
  3. Memahami dengan baik hukum, syarat, rukun, hal-hal yang membatalkan, tata cara pelaksanaan dan hal-hal yang membuat khutbah dan shalat menjadi sempurna.

4. Hendaknya seorang khatib tidak memperpanjang penyampaian khutbah. Hendaknya khutbah disampaikan secara ringkas dan padat, agar para pendengar tidak merasa bosan, benci terhadap ilmu dan tidak mau mendengar kebaikan. Dengan begitu, membuat mereka terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak diinginkan. Perlu diingat, ketika menyampaikan nasihat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menjaga agar para Shahabat tidak sampai merasa bosan dan jemu, seperti dinukil dalam kitab Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim) dari Ibnu Mas’ud. Dan Imam az-Zuhri pernah berkata, “Apabila sebuah majelis terlalu panjang, maka setan akan mengambil bagian di dalamnya.” (Dikutip dari konsultasisyariah.com/23876)

Buku Khutbah-Khutbah Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam, Penulis: Muhammad Khalil Al-Khatib Penerbit: Darul Falah, Buku cetak edisi softcover, tebal buku 395 halaman, ukuran buku 15,5 x 24 cm, dan dengan berat 706 gram. Harga Rp. 66.000,-


Kami Juga Merekomendasikan