Buku Kisah-Kisah Anak Durhaka (Aqwam)

Penerbit: Aqwam


  • 38.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Kisah-Kisah Anak Durhaka

Oleh: Syaikh Khalid Abu Shalih, Penerbit Aqwam

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (Surat al-Isra: 23-24)

Pada saat ini banyak sekali orang yang menuntut hak-hak wanita. Siapakah wanita yang mereka tuntut haknya itu? Dia adalah wanita muda yang ingin keluar (rumah) dan bekerja di samping para lelaki. Mereka menuntut kebebasannya dalam hal pakaian, tingkah laku, juga dalam segala hal. Mereka melakukan itu semua karena memiliki maksud-maksud tertentu yang diketahui oleh siapa saja yang telah mengukur kedalaman pandangan mereka dan mengamati tabiat mereka, juga cara mereka dalam menjalani kehidupan ini.

Akan tetapi, kita tidak mendapati seorangpun di antara mereka yang menuntut hak-hak para ibu. Hak-hak para pengasuh rumah (para ibu)  yang telah berkonsentrasi untuk memelihara anak-anak  mereka. Bahkan mereka mendapat balasan kedurhakaan  dan pengingkaran terimakasih. Dimanakah hak-hak para ibu ini? Di manakah hak-hak para ayah?  Tidak adakah seorangpun yang mau mengusap air mata mereka?

Bukankah perkara-perkara mereka ini lebih berhak untuk didiskusikan? Bukankah para ibu ini adalah wanita-wanita yang menghadapi penghinaan dan pengingkaran dari anak-anak mereka? Bukankah perbuatan durhaka pada kedua orang tua itu merupakan bagian dari berbuat kerusakan di muka bumi? Atau apakah kebudayaan global itu telah menutup mata dari banyak pelanggaran yang terjadi terhadap hak para bapak dan ibu?

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰ أَبْصَارَهُمْ

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.” (Surat Muhammad: 22-23)

Buku Kisah-Kisah Anak Durhaka Penerbit Aqwam, Buku cetak edisi softcover, tebal buku 207 halaman, ukuran buku 14 x 20,5 cm, dan dengan berat 248 gram. Penulis: Khalid Abu Shalih, Penerbit: Aqwam Jembatan Ilmu, Harga Rp. 38.000,-


Kami Juga Merekomendasikan