Buku Kunci-Kunci Rezeki (At-Tibyan)

Penerbit: At Tibyan


  • 25.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Kunci-Kunci Rezeki


Penulis Majdi Muhammad Asy-Syahawi, Penerbit At-Tibyan 

Rezeki sudah ada yang mengatur, jadi tidak usah kita bersusah payah mencarinya, demikian kata sebagian orang yang ‘resmi’ menganggur dan meninggalkan sebab berupa bekerja. Padahal kita ketahui bersama bahwa bila seseorang ingin kenyang, maka ia harus makan. Dan apabila seseorang ingin sukses akhiratnya, maka ia bekali dirinya dengan memperbanyak ilmu agama. Apalagi urusan dunia, ia tidak datang dengan sendirinya, melainkan ada doa dan usaha. Inilah kiat-kiat pengantar rezeki yang populer penyebutannya dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Kunci Pertama, Taubat dan Istighfar. Keduanya adalah salah satu sebab bertambahnya rezeki sebagaimana firman Allah dalam surat Nuh: 10-12. Al-Imam Al-Qurthubi mengatakan, “Ini adalah dalil bahwa istighfar dapat menyebabkan turunnya rezeki dan hujan.”

Kunci Kedua, Takwa. Ibnu Mas’ud mengatakan, “Ayat yang paling lapang dalam Al-Qur’an adalah,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ...

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Surat Ath-Thalaq: 2-3).”

Kunci Ketiga, Tawakal kepada Allah disertai Mengerjakan Pekerjaan yang Mendatangkan Rezeki. Sebagaimana hadits yang populer,

لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

“Seandainya kalian benar-benar bertawakkal pada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. At-Tirmidzi)

Tawakal adalah kedudukan yang sangat besar pengaruhnya. Bahkan, ia adalah kewajiban iman yang paling besar, amal dan ibadah paling utama yang mendekatkan diri kepada Ar-Rahman, dan tingkatan tauhid yang paling tinggi. Karena segala urusan tidak tercapai kecuali dengan tawakal kepada Allah dan memohon pertolongan kepada-Nya. Kedudukan tawakal itu sebelum kedudukan inabah, karena ia bertawakal untuk meraih keinginannya. Jadi, ini adalah pengantar sedangkan inabah adalah tujuan. Ini adalah kedudukan paling agung, paling utama, dan lebih merata nilainya.

Kunci Keempat, Mengerjakan Haji dan Umrah secara Berurutan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Ikutkanlah umrah kepada Haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali Surga.” (HR. An-Nasa’i, At-Tirmidzi, dan Ahmad)

Yakni laksanakan Haji dan Umrah dalam rentang waktu yang berdekatan, baik dengan cara melakukan Haji Qiran, atau dengan melakukan salah satunya kemudian disusul dengan yang lainnya.

Buku Kunci-Kunci Rezeki, Penulis Majdi Muhammad Asy-Syahawi, Penerbit At-Tibyan, format buku softcover, tebal buku 194 halaman, ukuran buku 14.5 x 20.5 cm, berat buku packing +/- 400 gram, Harga Rp. 25.000,-

Kami Juga Merekomendasikan