Buku Menepi Dari Dunia (Shafa Publika)

Penerbit: Shafa Publika


  • 61.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Menepi Dari Dunia

Oleh: Syaikh Brilly el-Rasheed, Shafa Publika

Siapa yang tidak senang dengan melimpahnya harta? Nampaknya hampir semua orang mengharapkannya. Hanya orang-orang yang zuhud dan memiliki khasyah (rasa takut) yang tinggi terhadap bahaya dan petaka harta, yang tidak begitu senang dengan datangnya harta. Pasalnya, di balik melimpahnya harta itu ada banyak teka-teki yang cukup pelik untuk dipecahkan. Di antara teka-teki di balik melimpahnya harta adalah:

Pertama, melimpahnya harta boleh jadi merupakan nikmat karunia Allah semata, bukan atas permintaan kita, tapi Allah hanya ingin melimpahkan harta lebih banyak saja untuk kita. Kita bersyukur kepada Allah atas limpahan harta jenis ini. Semoga menjadi bukti Allah mencintai kita. Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika Allah Yang Mulia mengaruniaimu harta yang kamu tidak memintanya maupun mencari-carinya, maka terimalah, sebab itu adalah rizki yang Allah kucurkan kepadamu.” (Shahih Jami’, no. 256)

Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika sebagian harta dunia mendatangimu, sementara kamu tidak berlebihan dan tidak meminta-mintanya, maka ambillah, jika tidak maka jangan biarkan dirimu mengenangnya.” (Shahih  al-Bukhari. Shahih al-Jami’, no. 473)

Kedua, melimpahnya harta bisa jadi merupakan taufiq dan inayah dari Allah agar kita lebih mudah untuk mengoptimalkan ibadah dan agar kita mudah untuk bershadaqah, berinfaq, berwaqaf, dan lain-lain. Kita juga bersyukur atas limpahan harta jenis ini. Kita pun harus menggunakannya untuk ibadah kepada Allah Azza wa Jalla. Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah Allah mengaruniakan harta ini (kepadamu) tanpa engkau memintanya dan engkau juga tidak berlebih-lebihan padanya, maka ambillah, gunakanlah, atau bershadaqahlah dengannya, dan apa yang tidak dikaruniakan-Nya, maka jangan dirimu mengikutinya (menggantungkan angan padanya).” (Shahih; Sunan an-Nasa’i. Shahih al-Jami’, no. 5504)

Bersamaan dengan menguraikan hadits ini, al-Munawi rahimahullah dalam Faidh al-Qadir 5/519, mengatakan, “‘Janganlah mengikutinya’ artinya jangan menjadikan dirimu mengikuti harta sehingga menjadikan dirimu susah payah untuk mendapatkan harta, melainkan tinggalkanlah, dan jangan gantungkan angan-anganmu pada harta (yang hilang atau tidak diberikan oelh Allah) tersebut.”

Ketiga, melimpahnya harta boleh jadi merupakan balasan kebaikan yang dipercepat diberikan oleh Allah di dunia atas kebaikan-kebaikan yang kita lakukan. Kita diperbolehkan  menerima limpahan harta atas amal shalih kita, tapi kita tidak boleh mengharapkannya, apalagi kita beramal shalih memang untuk mendapatkan harta di dunia. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Surat an-Nahl: 97)

Poin keempat sampai dengan kesebelas, bisa Anda tuntaskan dalam halaman 13-31).

Buku Menepi Dari Dunia Penerbit Shafa Publika, Buku cetak edisi softcover, tebal buku 272 halaman, ukuran buku 15 x 21 cm, dan dengan berat 328 gram. Penulis: Brilly El-Rasheed, Penerbit: Shafa Publika, Harga Rp. 61.000,-


Kami Juga Merekomendasikan