Buku Menggapai Kesuksesan (Shafa Publika)

Penerbit: Shafa Publika


  • 70.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Menggapai Kesuksesan

Oleh: Ustadz Abu Umar Basyier, Shafa Publika

Menjemput jodoh? Ya, terus terang saya lebih senang menggunakan kalimat ini, ‘menjemput’ ketimbang ‘mencari’. Karena jodoh itu bagian dari rezeki yang sungguh luas itu, dan ia pada hakekatnya telah ditetapkan sebagai milik masing-masing orang-orang, dengan segala kekhususannya.

Banyak orang ingin menikahi fulan atau fulanah, tapi ternyata hasrat mereka tak pernah kesampaian. Adakalanya seorang pria  memandang bahwa menikahi si fulanah itu ibarat  ‘Si Pungguk merindukan Bulan’, tapi tanpa diduga ia berjaya menikahinya.

Maka, jodoh lebih layak menjadi sesuatu yang ‘dijemput’, ketimbang ‘dicari’. Ia sudah menjadi sesuatu yang ditetapkan, hanya saja kita sebagai manusia berkewajiban melakukan ikhtiar, berusaha dan berdo’a, untuk akhirnya menjemput sang jodoh di terminal cinta. Di situlah akhirnya kita tahu bahwa -minimal untuk sementara- si fulan atau fulanah adalah jodoh kita.

Sudah sekian wanita yang  Anda lamar, di kali yang keempat, di sebuah proses yang nyaris membentur kegagalan untuk keempat kalinya, akhirnya Anda berhasil menikahi wanita yang Anda dambakan. Jadi, itulah jodoh Anda, saat  itu bisa jadi segala bentuk idealisme soal calon jodoh, Anda lipat di lembaran masa lalu. Tak setiap yang Anda sukai dapat Anda miliki. Maka betul kata si bijak, bahwa sebaiknya Anda berusaha  menyukai yang sudah Anda miliki.

Sebuah proses yang terkadang begitu sederhana, dan terkadang nyaris seperti benang kusut, seperti balapan di pacuan kuda. Namun, substansinya tetap saja sama; menjemput jodoh.

Kita kadang ditakdirkan untuk bergulat menguarai benang kusut, kadang kita dipaksa berlomba dengan para pesaing yang seringkali tidak saling kenal mengenal, bahkan tak jelas sosok-sosoknya, namun terkadang kita bisa berjalan di trotoar yang datar, nyaris tanpa usaha apa-apa.

Bila Allah Subhanahu wa Ta’ala berkehendak, jodoh pun bisa datang dengan cara apa saja, dalam kondisi,  bagaimanapun juga. Ia bahkan lebih misterius dari sekedar  putaran roda pedati, dalam pepatah yang kesohor itu. Tidak ada siklus berputar, atau rumus baku, bahkan tak ada rambu-rambu. Jodoh datang atau gagal berkunjung, bukan karena kehendak atau kiprah kita. Ada nuansa kemutlakan dari kekuasaan Allah yang begitu mengental liat pada distribusi jodoh.

Ada orang yang menemukan jodohnya justru karena mendekam di balik jeruji penjara. Tempat, di mana seorang dieksekusi dengan pengucilan. Interaksinya dengan orang lain selain dengan penghuni atau petugas penjara dibungkam bisu. Namun, ia akhirnya menikah justru dengan salah seorang polwan yang ikut menggiringnya ke penjara. Aneh? Tidak juga.

Buku Kiat Menggapai Kesuksesan Penerbit Shafa Publika, Buku cetak edisi softcover, tebal buku 387 halaman, ukuran buku 15 x 21 cm, dan dengan berat 461 gram. Penulis: Abu Umar Basyier, Penerbit: Shafa Publika, Harga Rp. 70.000,-


Kami Juga Merekomendasikan