Buku Meninggalkan Shalat Lebih Parah Daripada Selingkuh Dan Mabuk(Rumaysho)

Penerbit: Rumaysho


  • 27.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Meninggalkan Shalat (Rumaysho)

Muhammad Abduh Tuasikal, Rumaysho 

Shalat adalah tiang agama dan merupakan pembeda antara seorang mukmin dan kafir. Dan di dalam agama ini tidak ada pembagian syari’at (baca: mendapatkan beban taklif) dan ma’rifah (baca: bebas tidak melakukan kewajiban agama, seperti Shalat). Pembagian tersebut batil adanya dan tidak dikenal pada masa keemasan Islam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ

“Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dalam hadits yang lain disebutkan,

بَيْنَ العَبْدِ وَبَيْنَ الكُفْرِ وَالإِيْمَانِ الصَّلَاةُ فَإِذَا تَرَكَهَا فَقَدْ أَشْرَكَ

“Pemisah Antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan.” (HR. ath-Thabari)

Inilah untaian ringkas seputar keutamaan shalat dan peringatan dari meninggalkan shalat. Juga, ditambahkan fikih shalat secara umum. Buku yang berisikan 16 bab ini disusun oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darus Shalihin, Gunung Kidul, Yogyakarta. Salah seorang aktivis dakwah yang malang melintang di dunia pengajian sejak lama dan karya tulisnya banyak tersebar dalam buku, majalah, buletin Jum’at dan dalam situs Rumaysho.com.

Buku ini sangat fenomenal, karena shalat dosanya dianggap lebih besar dari selingkuh dan mabuk (dua perkara dosa yang pelakunya dicap sebagai orang nakal versi masyarakat kita). Adapun orang yang meninggalkan shalat tidak dikenakan sanksi apa-apa, karena minimnya pengetahuan masyarakat terhadap hal tersebut. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Jangan sekali-kali meninggalkan shalat wajib dengan sengaja, (karena) barangsiapa yang melakukannya dengan sengaja, niscaya jaminan Allah akan terlepas darinya.” (HR. al-Bukhari)

Dalam riwayat yang lebih tegas menyebutkan, “Siapa yang menjaga shalat, maka ia mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan pada hari Kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya. petunjuk, dan keselamatan pada hari Kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamtan kelak. Nanti di hari Kiamat, ia akan dikumpulkan bersama Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.” (HR. Ahmad)

Apakah Zina dan Mabuk Termasuk Dosa yang Ringan?

Tentunya judul buku di atas tidak bermaksud demikian, melainkan peringkat dari sisi bahayanya. Zina termasuk dosa besar, sebagaimana Allah Ta’ala firmankan,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Surat al-Isra’: 32)

Rasulullah bersabda, “Pecandu khamr seperti penyembah berhala.” (HR. Ibnu Majah)

Maka bagaimana jika ada orang yang menjamak keburukan ini; ia meninggalkan shalat, senang berselingkuh, dan gemar minuman keras?!?

Buku Meninggalkan Shalat, Penulis Muhammad Abdul Tuasikal, Penerbit Rumaysho, format buku softcover, tebal buku 188 halaman, ukuran buku 11,5 cm x 17 cm, berat buku 350 gram, Harga Rp. 27.000,-


Kami Juga Merekomendasikan