Buku Meniti Di Atas Kabut (Shafa Publika)

Penerbit: Shafa Publika


  • 44.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Meniti Di Atas Kabut

Oleh: Ustadz Abu Umar Basyier, Shafa Publika

Sanjung dan puji atas limpahan karunia (Allah) dengan terbitnya buku Meniti Di Atas Kabut ini. Saya merasa dibukakan jalan yang memudahkan saya untuk mendapatkan bukan hanya gagasan, tetapi juga kerangka tulisan buku ini. Dapat dikatakan, tugas saya adalah menjabarkan gagasan dan kerangka yang sudah ada ke dalam rangkaian kisah.

Saya pun juga bersyukur atas hadirnya kisah sarat hikmah dalam hidup saya. Bagi saya ini bukan sekedar karya tulis. Lebih dari itu, ini adalah bagian dari pembelajaran hidup bagi diri saya. Betapa hidup ini menyediakan samudera hikmah dan makna yang mengantarkan kepada kesadaran segala yang terjadi bukanlah suatu selaksa kebetulan, meski dalam keterbatasan pandangan mata kita segalanya seolah terjadi secara acak. Tidak. Sebaliknya segalanya terjadi serta berjalan saling terkait dan beralur. Saya seolah dibangunkan  bahwa sedemikian terbatasnya pikiran saya. Bahkan saya sadar betapa dangkalnya pemahaman saya atas banyak hal.

Hidup ini sulit ditebak. Saat ada banyak kisah nyata dalam kehidupan ini yang begitu menarik hati dan mengalir penuh ibrah, ternyata saya berjumpa dengan orang yang sudah saya kenal semenjak kecil. Abbas …. Ia datang dengan tumpukan cerita hidupnya yang meneduhi jiwa saya dengan kesejukan. Bukan kisah penuh keceriaan. Tapi kisah dengan pelajaran-pelajaran hidup yang begitu penting buat saya baca dan pelajari.

Melihat Abbas, maka pikiran saya melayang ke suasana hidup saya lebih dari 30 tahun lalu, di sebuah kampung kecil di pinggiran kota Jakarta. Sebuah kampung tradisional, antara wajah pedesaan menuju wajah perkotaan. Di situ, saya mengenalnya sebagai teman, meski tidak bisa dibilang akrab. Karena ia tinggal di kampung seberang, terpisah dari kampung saya dengan tanah tandus yang belakangan menjadi jalan tol. Tapi, saat beberapa tahun saya mondok di pesantren TMI Grabag Jawa Tengah, saya kembali berjumpa dengannya. Tanpa disangka-sangka terjalin persahabatan yang akrab di antara kami.

Dimulai dari keinginan dia untuk lebih dekat ke dunia masjid, dan kebetulan saya mengisi sebuah ceramah singkat di masjid dekat rumahnya, serta melihat keberadaan saya saat itu, ia tertarik untuk lebih dekat dengan saya. Karena kedekatan itu, saya pernah menginap di rumah yang dia tinggali selama 4 hari, saat liburan pesantren.

Saya tak akan menceritakan hal itu. Masa kecil yang saya kenal bersamanya memang indah, tapi saya tak berniat mengisahkannya ke hadapan pembaca. Entah, mungkin di lain waktu. Tapi yang saya ingin ceritakan adalah kisah hidupnya, yang belum lama ini -sekitar bulan November 2009- dia ceritakan kepada saya. Saya mencurahkan perhatian untuk mendengarnya. Kisah hidup yang berliku tetapi sarat pelajaran dan makna.

“Saya belum lama menulis sebuah kisah nyata, tentang salah seorang muslim yang saya kenal belum lama. Kini juga ada beberapa kisah nyata lain yang sudah dan sedang saya tulis.”

“Kalau begitu, tulis saja kisah saya ini. Semoga bisa dijadikan pelajaran hidup bagi banyak orang …”

“Bisa membantu menuliskan substansinya?” (Jawab saya), “Insya Allah”

Dari situlah, kisah ini bermula ….

Buku Meniti Di Atas Kabut Penerbit Shafa Publika, Buku cetak edisi softcover, tebal buku 276 halaman, ukuran buku 15 x 21 cm, dan dengan berat 529 gram. Penulis: Abu Umar Basyier, Penerbit: Shafa Publika, Harga Rp. 44.000,-


Kami Juga Merekomendasikan