Buku Menyambut Buah Hati (Ummul Qura)

Penerbit: Ummul Qura


  • 115.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Menyambut Buah Hati

Oleh: Syaikh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Penerbit Ummul Qura

Betapa senangnya mempunyai bayi, lahir dengan normal sebagai karunia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Banyak adat yang berbeda dalam menyambut kehadirannya, bagaimanakah Islam mengaturnya? Buku yang berjudul asli “Tuhfatul Maudud fi Ahkamil Maulud” ini spesial direkomendasikan untuk Anda. Di dalamnya mengupas tuntas tentang anjuran untuk memperoleh anak, memberinya nama yang baik, mengaqiqahinya, dan kewajiban mendidiknya.

Tuntunan Rasulullah Menyambut Buah Hati

  • Mensyukuri Nikmat Allah Atas Kehadiran Buah Hati, ini masalah penting. Terkait syukur atau kufur terhadap nikmat dari Allah Ta’ala. Kedua orang tua ketika dianugerahi anak, hendaklah bersyukur kepada Allah atas nikmat tidak terkira dari-Nya tersebut. Allah berfirman, (artinya) “Dialah yang menciptakan kalian dari satu manusia dan menjadikan darinya istrinya, agar dia merasa tentram dengannya. Maka setelah dia mengumpulinya, istrinya mengandung kandungan ringan, terus merasa ringan beberapa waktu. Tatkala dia merasa berat, maka keduanya berdo’a kepada Rabbnya, seraya berkata: ‘Sesungguhnya jika engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang yang bersyukur.’ Tatkala Allah memberi anak yang sempurna kepada keduanya, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan kepada keduanya. Maha suci Allah terhadap apa yang mereka persekutukan.” (Surat al-A’raaf: 189-190)

Ayat tersebut menunjukkan hendaklah orang tua bersyukur kepada Allah sebagaimana keduanya berdo’a kepadaNya sewaktu bayi tersebut masih dalam kandungan.

  • Memberi Nama Yang Baik. Orang tua hendaknya memberi nama yang baik untuk buah hatinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya nama yang paling disukai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim, dan Abu Dawud). Sering kali terjadi kesalahan pada sebagian orang tua, setelah anak diberi nama yang baik malah dipanggil dengan nama panggilan yang jelek. Contohnya Abdullah dipanggil Dul, atau orang tua memberi nama yang diharamkan bahkan termasuk kesyirikan kepada Allah seperti Abdul Ka’bah, Abdul Rasul dan sejenisnya. Kebiasaan yang seperti ini harus ditinggalkan karena akan memberikan dampak yang tidak baik bagi orang tua maupun anaknya.
  • Aqiqah / Nasikah (Menyembelih Kambing). Termasuk yang disyariatkan oleh Allah ketika menyambut buah hati adalah bersyukur kepada Allah dengan Aqiqah. Aqiqah adalah menyembelih kambing pada hari ke tujuh dihitung mulai dari hari kelahiran. Untuk anak laki-laki dua ekor kambing sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bayi laki-laki hendaklah diaqiqahi dua ekor kambing sedangkan bayi permpuan satu ekor kambing.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh kambing aqiqah disembelih, rambut kepalanya dicukur serta diberi nama.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad)

Demikian di antaranya, lebih detailnya mari menyimak lebih lanjut dalam buku yang menawan hati. (Disarikan dari muslimah.or.id/25)

Buku Menyambut Buah Hati, Penulis: Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Penerbit: Ummul QuraBuku cetak edisi hardcover, tebal buku 360 halaman, ukuran buku 18 x 24,5 cm, dan dengan berat 606 gram, harga Rp. 115.000,- 


Kami Juga Merekomendasikan