Buku Menyelisik Alam Malaikat (Pustaka Imam Asy-Syafi'i)

Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i


  • 120.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Menyelisik Alam Malaikat

Buku Menyelisik Alam Malaikat, DR. Muhammad bin Abdul Wahab al-Aqil, Pustaka Imam asy-Syafi’i

Malaikat sesosok makhluk yang taat kepada Rabb-Nya, tidak pernah mendurhakai segala perintah-perintah-Nya. Berbeda halnya dengan manusia yang kerap kali alpa dalam menjalankan perintah-perintah-nya, bahkan terkadang sengaja tidak melakukannya. Inilah makna Malaikat dalam Kamus Islam. Seiring berlalunya zaman, anak muda dijejali dengan pemahaman yang berbeda tentang sosok malaikat. Ada yang menggambarkan bahwa ada salah satu Malaikat yang berbentuk anak kecil pemegang busur panah cinta (Cupid namanya). Sedikit kilas balik ke gitada persada tanah air, dahulu bang ‘Haji’ pun sempat mendendangkan sosok Malaikat bernama ‘Dewa Amor’, dan seterusnya, sepertinya membahas yang up date di tengah-tengah masyarakat tiada kunjung habisnya. Back to tema saja.

Hakikat Malaikat, Siapakah mereka?

Allah menjadikan para Malaikat sebagai utusan kepada makhluk untuk menyampaikan wahyu-Nya. Allah memuliakan makhluk-Nya ini dengan tugas tersebut dan Dia menerangkan sifat-sifat mereka dengan hal itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: (artinya) “Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha Suci Allah. Sebenarnya (Malaikat-Malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (Malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan: “Sesungguhnya aku adalah Tuhan selain daripada Allah”, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zhalim.” (Surat al-Anbiya’: 26-29)

Pada ayat ini, Allah menerangkan hakekat para Malaikat sebagai makhluk ciptaan Allah yang sangat mulia. Allah menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya. Allah meninggikan derajat mereka dan memuliaknnya. Akan tetapi, meskipun memiliki kemuliaan seperti ini, mereka tidak keluar dari sifat ubudiyyah (sebagai hamba); di samping mereka tidak mampu melaksanakan kezhaliman itu. Andaikan salah seorang dari mereka melakukannya, niscaya Allah akan menghukumnya dengan api Neraka.

Syari’at Memandang Para Malaikat

Iman kepada Malaikat adalah rukun kedua dari dari enam rukun iman, sehingga iman seorang hamba tidak dianggap sah tanpa meyakininya. al-Qur’an sendiri sarat dengan ayat-ayat yang berbicara tentang para Malaikat. Kelompok-kelompok dan tingkatan mereka. Demikian pula perintah untuk beriman kepada mereka, peringatan untuk tidak mengingkari mereka, keterangan mengenai kondisi mereka bersama dengan Allah dan manusia. Dan di dalam al-Qur’an terdapat surat khusus dengan nama Malaikat (yakni surat al-Fathir, atau nama lainnya al-Mala’ikah).

Buku Menyelisik Alam Malaikat, Penulis: Dr. Muhammad bin A.W. al-Aqil Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i. Buku cetak edisi hardcover, tebal buku 492 halaman, ukuran buku 18 x 24,5 cm, dan dengan berat 1098 gram,  Harga Rp. 120.000,-


Kami Juga Merekomendasikan