Buku Panduan Berbusana Islami (Al-Mahira)

Penerbit: Al Mahira


  • 90.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Panduan Berbusana Islami

Oleh: Syaikh Abdul Wahhab Abdussalam Thawilah, al-Mahira

Dulu, para pendahulu kita selalu berusaha menjaga sikap dan penampilan lahir maupun batin. Dalam setiap tindakannya, mereka selalu merujuk pada apa yang dipraktikkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serta para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum. Mereka menyadari bahwa Islam telah memasang rambu dalam segala hal, termasuk dalam hal berbusana dan berpenampilan. Aturan itu terus berlaku dari generasi ke generasi. Hanya saja, tidak semua orang melaksanakan atau memahaminya.

Norma dan aturan yang ada dalam Islam, bukan untuk membatasi ekspresi seseorang. Ia justru hadir untuk menunjukkan cara berekspresi yang baik dan tidak menyebabkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain. Yang baik bagi kita, belum tentu baik bagi orang lain, begitu pula sebaliknya.

Islam tidak melarang mereka yang ingin tampil menarik, bahkan Islam menganjurkan agar mereka mengenakan busana yang tidak membuat orang lain menilai negatif pada pemakainya; busana yang tidak membuat orang lain jadi minder; busana yang membuat lawan jenis jadi terangsang, dan lain sebagainya.

Sebagai komunitas muslim terbesar di dunia, bangsa Indonesia seharusnya mampu menunjukkan ajaran itu melalui aktifitas keseharian, baik dalam berinteraksi, berpenampilan, maupun berbusana. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, masyarakat kita lebih suka meniru gaya masyarakat barat daripada mengikuti aturan syariat Islam.

Cipika-cipiki antar lawan jenis yang bukan muhrim sudah menjadi hal biasa. Memasang tato sudah menjadi tren di kalangan remaja. Para wanita lebih suka mengenakan busana-busana yang memperlihatkan lekukan dan tonjolan tubuhnya, seolah dengan sengaja mereka merangsang orang yang melihatnya. Para wanita lebih suka berpenampilan seperti pria. Sebaliknya, banyak pria yang berperilaku seperti wanita. Ironisnya, perilaku tersebut mendominasi tayangan televisi yang sudah pasti berpengaruh kepada pemirsanya, termasuk anak kecil yang melihatnya.

Melihat fenomena tersebut, al-mahira merasa terpanggil untuk sekedar tawashau bil haq (saling mengingatkan mengenai perkara yang benar), dengan menghadirkan buku induk tentang cara berpenampilan dan berbusana yang dibenarkan syari'at. Banyak hal yang akan Anda dapatkan dari buku ini. Sesuatu yang Anda kira dilarang, ternyata dibolehkan, bahkan Nabi pernah melakukannya. Atau sebaliknya, sesuatu yang Anda kira dibolehkan oleh syari'at ternyata malah dilarang. Anda juga akan tercengang ketika mengetahui bahwa Nabi adalah sosok yang keren. Subhanallah!

Selain itu, buku ini hadir dalam bentuk informasi, bukan doktrin terhadap satu paham tertentu. Di dalamnya disajikan berbagai pendapat para ulama, mulai dari para generasi sahabat hingga ulama muta'akhirin. Insya Allah dengan membaca buku ini, Anda akan menjadi muslim yang mengerti cara berpenampilan dan berbusana yang baik. Wallahu min warail qashdi wahuwa yahdis sabil.

Jadilah insan yang menyukai keindahan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam: “Innallaha jamil yuhibbul jamal.” Yang artinya: Sungguh Allah itu indah dan mencintai keindahan.

Buku Panduan Berbusana Islami Penerbit Al-Mahira, Buku cetak edisi hardcover, tebal buku 547 halaman, ukuran buku 16,5 x 24,5 cm, dan dengan berat 1119 gram. Penulis: Syaikh Abdul Wahhab Abdussalam Thawilah, Penerbit: Al-Mahira, Harga Rp. 90.000,-