Buku Panduan Praktis Fikih Perniagaan Islam (Darul Haq)

Penerbit: Darul Haq


  • 50.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Panduan Praktis Fikih Perniagaan Islam 

Oleh: Ustadz DR. Muhammad Arifin bin Badri, MA, Darul Haq

Sebagai umat manusia, kita diciptakan sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan dan saling melengkapi. Siapapun kita, mustahil dapat  memenuhi sendiri seluruh kebutuhan kita tanpa bantuan dan andil orang lain di sekitar kita. Karena itu hubungan yang bersifat mutualisme telah terjadi sejak manusia pertama yang diciptakan di dunia ini, yaitu Nabi Adam ‘alaihissallam dan istrinya Hawa’. Ini adalah salah satu hikmah Allah Subhanahu wa Ta’ala dari menciptakan manusia berpasang-pasangan, dan beraneka ragamnya kemampuan mereka.

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ ۚ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗ وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (Surat az-Zukhruf: 32)

Di sisi lain, kita menyadari bahwa Allah menciptakan kita semua dengan dibekali sifat cinta untuk memiliki dan enggan untuk memberi alias kikir, sebagaimana firman Allah Tabaraka wa Ta’ala:

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,  dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.” (Surat al-Ma’arij: 19-21)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Allah mengabarkan tentang manusia dan perangai buruk yang ada pada diri mereka, “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir,” Kemudian Allah menafsirkan perangai ini dengan firman-Nya, “Apabila dia ditimpa kesusahan, dia berkeluh kesah,” maksudnya adalah bila dia ditimpa kesusahan, dia menjadi gundah, resah, dan seakan hilang kesadarannya karena karena hanyut dalam rasa khawatir hingga berputus asa dari datangnya kebaikan. “Dan apabila dia mendapat kebaikan dia amat kikir,” maksudnya apabila ia mendapat kenikmatan dari Allah, dia menjadi kikir kepada orang lain dan enggan menunaikan hak-hak Allah (zakat) pada harta tersebut.” (Tafsir Ibnu Katsir, 4/421)

Karena dua perangai yang ada pada manusia tersebut, maka tepatlah bila agama Islam mensyariatkan dan mengatur perniagaan dan segala bentuk interaksi sesama manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan mereka.

Syariat diturunkan guna mengatur segala bentuk interaksi sesama manusia agar berbagai interaksi tersebut berjalan di atas nilai-nilai keadilan dan syariat  Allah, dan guna membentengi mereka dari berbagai prektek-praktek kelaliman dan tindak kesewenang-wenangan. Berbagai hukum yang berkaitan dengan muamalah manusia ini merupakan bukti nyata bahwa syariat Islam mencakup segala aspek kehidupan manusia. Tiada satu aspek pun dari kehidupan umat manusia baik urusan ibadah ataupun muamalah, melainkan telah diatur dalam syariat Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Surat al-Ma’idah: 3)

Buku Panduan Praktis Fikih Perniagaan Islam Penerbit Darul Haq, Buku cetak edisi softcover, tebal buku 232 halaman, ukuran buku 16 x 24 cm, dan dengan berat 0,4 kg. Penulis: DR. Muhammad Arifin Bin Badri, MA, Penerbit: Darul Haq, Harga Rp. 50.000,-


Kami Juga Merekomendasikan