Buku Panduan Praktis Shalat Istikharah Berdasarkan Sunnah Nabi (Pustaka Ibnu Umar)

Penerbit: Pustaka Ibnu Umar


  • 8.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Panduan Praktis Shalat Istikharah Berdasarkan Sunnah Nabi

Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, Pustaka Ibnu Umar

Shalat istikharah identik dengan kasus memilih dua pilihan saat seseorang akan menuju pelaminan. Padahal tidak demikian adanya, istikharah itu dianjurkan saat meminta pilihan dalam segala hal. Inilah tuntunan ringkas seputar shalat istikharah dan pernak-perniknya. Istikharah bukan semata-mata shalat dua raka’at yang diakhiri do’a khusus semata, sebagaimana dipahami oleh kebanyakan orang awam. Akan tetapi istikharah adalah suatu ibadah yang mengandung berbagai amal-amal hati dengan tuntutan-tuntutannya. Dan ibadah yang demikian itu sangat membutuhkan al-Itqaan (kemantapan), keyakinan dan pemahaman yang sempurna), agar seorang hamba dapat memetik buahnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Surat al-Baqarah: 216)

Dari Jabir bin Abdillah, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كُلِّهَا ، كَمَا يُعَلِّمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ « إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengajari para sahabatnya shalat istikharah dalam setiap urusan. Beliau mengajari shalat ini sebagaimana beliau mengajari surat dari al Qur’an. Kemudian beliau bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian bertekad untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu …” (HR. Bukhari)

Ibnu az-Zubair pernah mengulang istikharahnya tiga kali dan beliau berujar, “Aku melakukan istikharah pada Rabbku sebanyak tiga kali, kemudian aku pun bertekad menjalankan urusanku tersebut.” (HR. Muslim)

Mengenal Istikharah yang Aneh

Telah tersebar di tengah masyarakat kita istikharah-istikharah yang bertentangan dengan syari’at, berikut ulasannya secara ringkas; pertama, istikharah dengan menggunakan biji tasbih. Kedua, istikharah dengan menggunakan cangkir. Ketiga, istikharah dengan menggunakan sapu tangan. Keempat, istikharah dengan menggunakan kerikil. Kelima, istikharah dengan melalui pembacaan telapak tangan. Keenam, istikharah dengan mushaf al-Qur’an. Ketujuh, istikharah dengan menggunakan lembaran-lembaran kertas. Kedelapan, istikharah dengan bersandar pada nama orang yang masuk ke rumahnya. Kesembilan, istikharah dengan perantaraan ramalan bintang (zodiak).

Buku Panduan Praktis Shalat Istikharah Berdasarkan Sunnah Nabi, Penulis Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, Penerbit Pustaka Ibnu Umar, format buku softcover, tebal buku 64 halaman, ukuran buku 9 cm x 14 cm, berat 100 gram, Harga Rp. 8.000,-


Kami Juga Merekomendasikan