Buku Saku Akibat Makanan yang Haram (Pustaka Ibnu Umar)

Penerbit: Pustaka Ibnu Umar


  • 8.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Saku Akibat Makanan yang Haram

Abdullah bin Sa’ad al-Faalih, Pustaka Ibnu Umar

Makanan haram yang kita konsumsi, ternyata membawa dampak buruk. Apakah Anda tidak ingat sabda Rasulullah yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thayyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thayyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

“Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Dan Allah juga berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim)

Buku saku yang teramat ringkas ini, jangan disepelekan faidahnya. Di dalamnya dibahas tentang penyebab kerusakan hati, sebab doa tidak dikabulkan, Mengapa hidup terus menerus gelisah, keberkahan yang hilang, dan ancaman dari negeri Akhirat. Allah Ta’ala berfirman, (artinya) “Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (Surat al-Baqarah: 281)

Fenomena yang Memilukan

Sungguh banyak kaum muslimin pada masa sekarang ini menggampangkan maslah keharaman; mereka terjerumus di dalamnya dan berlomba-lomba kepadanya, terutama dalam urusan harta. Akibatnya, kehalalan bagi mereka adalah apa yang berada di tangan walaupun itu keharaman yang jelas tiada syubhat di dalamnya. Mereka mentakwilkannya dengan takwil-takwil serampangan, pertimbangan murahan, dan siasat-siasat lemah yang hanya menambah keharaman itu semakin diharamkan dan semakin menambah kezhaliman semakin pekat. Setan lah yang menarik mereka kepadanya, dan kecintaan kepada dunia serta mengikuti hawa nafsu mendorong mereka ke dalam kelemahan iman dan kurang amanah. Karena itu, jangan heran bila engkau melihat dan mendengar setiap hari ada orang yang jatuh ke dalam lumpur keharaman yang hina. Ia menjual agama dan amanahnya dengan harta dunia yang sedikit.

Buku Saku Akibat Makanan yang Haram, Penerbit Pustaka Ibnu Umar, Penulis Abdullah bin Sa’ad al-Faalih, format buku softcover, ukuran buku saku 9 cm x 14 cm, tebal buku 64 halaman, berat buku 150 gram, Harga Rp. 8.000,-


Kami Juga Merekomendasikan