Buku Saku Apa Itu Bid’ah (Pustaka Ibnu Umar)

Penerbit: Pustaka Ibnu Umar


  • 8.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Saku Apa Itu Bid’ah

Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, Pustaka Ibnu Umar

Pastikan sebelum Anda berucap, “Anda itu bid’ah dari kepala hingga ujung kaki!” Maka Anda harus memahami bab bid’ah dengan benar, benar menurut kacamata syari’at. Apa Itu Bid’ah? Sebuah judul yang dibawakan oleh penyusunnya untuk mengajak Anda menyelami makna bid’ah disertai dengan contoh-contohnya dengan mudah!

Mengapa Ada Bid’ah, Padahal Agama Telah Sempurna?

Bukankah Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Surat al-Ma’idah: 3)

Lalu dikemanakan ayat di atas?

Imam Abul Fida’ Isma’il Ibnu Katsir menafsirkan ayat di atas, “Inilah nikmat Allah ‘Azza wa Jalla yang terbesar bagi umat ini di mana Allah telah menyempurnakan agama mereka, sehingga mereka pun tidak lagi membutuhkan agama lain selain agama ini, juga tidak membutuhkan Nabi lain selain Nabi mereka Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Allah menjadikan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penutup para Nabi, dan mengutusnya kepada kalangan jin dan manusia. Maka perkara yang halal adalah yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam halalkan dan perkara yang haram adalah yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam haramkan.” (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim)

Bid’ah secara istilah adalah suatu jalan dalam agama, yang baru diada-adakan (artinya tidak ada dasar atau dalilnya dalam syari’at), dan bersifat menyaingi (disetarakan) dengan syari’at, dengan maksud untuk lebih mantap dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. (hal.11-15)

Dalil yang Mencela Bid’ah

Telah umum bagi kita dua hadits yang dihafal dan dikenal ada di dalam Arba’in Nawawi dan diajarkan di pesantren-pesantren terkemuka di seluruh dunia, yakni:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari, no. 20 dan Muslim, no. 1718)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.”(HR. Muslim no. 1718)

Penyusun mengurai materinya pelan tapi pasti dan dipungkasi dengan belasan perkataan para ulama dalam rangka memegang sunnah dan menjauhi bid’ah. ‘Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Manusia akan senantiasa berada di jalan yang lurus, selama mereka mengikuti atsar (as-Sunnah). Dan ia berkata, “Setiap bida’ah adalah sesat, sekalipun manusia mengatakannya baik.” (Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah wal Jama’ah, karya Imam al-Lalika’i)

Buku Saku Apa Itu Bid’ah, Penerbit Pustaka Ibnu Umar, Penulis Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, format buku softcover, tebal buku 64 halaman, ukuran buku 9 cm x 14 cm, berat buku 100 gram, Harga Rp. 8.000,-


Kami Juga Merekomendasikan