Buku Saku Bimbingan Rohani Untuk Orang Sakit (Pustaka Ibnu Umar)

Penerbit: Pustaka Ibnu Umar


  • 8.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Saku Bimbingan Rohani Untuk Orang Sakit

Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, Pustaka Ibnu Umar

Tidak diragukan lagi bahwa syari’at Islam dengan segala keindahan, kelengkapan dan ketelitiannya sanggup membimbing para pemeluknya dengan bimbingan yang terbaik, terlengkap dan paling sempurna. Hukum syari’at akan mampu memenuhi berbagai kebutuhan manusia hingga hari Kiamat. Allah Subhanhu wa Ta’ala berfirman,

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

“Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (Surat an-Nahl: 89)

Buku ini hadir sebagai kado spesial bagi kaum muslimin di manapun berada, khususnya yang tengah terbaring sakit, agar Allah memudahkan segala urusannya. Buku ini membahas tiga bab penting: Keutamaan Menjenguk dan Menemani Orang Sakit, Adab Menjenguk dan Menemani Orang Sakit, serta Nasehat, Hikmah, dan Do’a-Do’a Untuk Orang Sakit.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.

“Apabila seseorang menjenguk saudaranya semuslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka 70.000 malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka 70.000 Malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Do’a adalah ibadah, jangan lupa mendo’akan saudara kita yang sakit dengan do’a seperti:

أَسْأَلُ اللَّهَ العَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, agar menyembuhkan penyakitmu.” (HR. at-Tirmidzi, dan Abu Dawud)

Sabar Itu Indah

Kesabaran yang indah akan terlihat dari tangannya yang tidak memukul-mukul muka atau menyobek-nyobek baju. Lidah pun tidak mengeluarkan kata-kata umpatan atau berkeluh kesah, meskipun hati terasa sakit. Sedangkan keridhaan terhadap takdir-Nya akan menghibur hatinya yang sakit, bahkan akan membawanya kepada syukur atas segala nikmat di balik semua penderitaannya. Ia melihat ada orang lain yang lebih parah penyakitnya. Ia bersyukur bahwa yang sakit adalah badannya, bukan imannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu memuji Allah atas segala keadaan yang beliau alami, “Apabila Nabi melihat sesuatu yang disukai, maka beliau berdo’a, “Alhamdu lillahil ladzii bi ni’matihii tatimmush shaalihaat.” Dan apabila melihat sesuatu yang tidak disukai, maka beliau berdo’a, “Alhamdulillahi ‘alaa kulli haalin.”” (Silisilah ash-Shahihah, I/472)

Buku Saku Bimbingan Rohani Untuk Orang Sakit, Penulis Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, Penerbit Pustaka Ibnu Umar, format buku softcover, ukuran buku saku 9 cm x 13 cm, tebal buku 58 halaman, berat buku 150 gram, Harga Rp. 8.000,-


Kami Juga Merekomendasikan