Buku Saku Kasyfusy Syubuhat (Pustaka Ibnu Umar)

Penerbit: Pustaka Ibnu Umar


  • 15.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Saku Kasyfusy Syubuhat

Satu lagi buku silsilah aqidah yang selayaknya dipelajari kaum muslimin dan diulang-ulang pembahasannya. Setelah Qawa’idul Arba, Ushul Tsalatsah, dan Kitab Tauhid. Buku ini menjadi penting kedudukannya. Karena satu buku saling melengkapi pembahasan sebelumnya. Dan buku saku yang tengah Anda pandangi ini didesain dengan dua versi (versi bahasa Indonesia dan versi bahasa Arabnya). Oleh karena itu, memudahkan pembaca yang tengah mengikuti dars (pelajaran) di suatu majelis ilmu.

Buku yang membahas tauhid sekaligus lawannya syirik beserta syubuhat (pemahaman-pemahaman yang rancu) dari kaum musyrikin. Apa faidah membacanya? Di antaranya menambah keyakinan akan benarnya tauhid dan tercelanya kesyirikan.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (Surat an-Nisa’: 48)

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Surat az-Zumar: 65)

Beda Syirik Zaman Old dengan Zaman Now

Jika Anda telah mengetahui bahwa tauhid apa yang disebut orang msuyrik di zaman kita sebagai i’tiqad (keyakinan) adalah syirik, karenanaya al-Qur’an turun dan Rasululah memerangi manusia atas perkara itu, maka ketahuilah bahwa syirik orang-orang terdahulu adalah lebih ringan dibandingkan syirik orang-orang pada zaman kita. (Lalu penulis membawakan dua tinjauan, adapun yang) pertama, orang-orang dahulu berbuat syirik dan berdoa kepada malaikat, nabi-nabi, dan wali-wali di samping menyembah Allah. Adapun di kala susah, mereka memurnikan doa karena Allah. Adapun orang zaman sekarang, mereka juga berdoa kepada orang fasik sekali pun, berdoa kepada para pezina, pencuri, dan orang yang notabene meninggalkan shalat. Dan mereka mensekutukan Allah baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

وَإِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُونَ إِلَّا إِيَّاهُ ۖ فَلَمَّا نَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ ۚ وَكَانَ الْإِنْسَانُ كَفُورًا

“Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih.” (Surat al-Isra’: 67)

Buku Saku Kasyfusy Syubuhat, Penerbit Pustaka Ibnu Umar, Penulis Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, format buku softcover, ukuran saku 10,5 cm x 15 cm, tebal buku 126 halaman, berat buku 150 gram, Harga Rp. 15.000,-


Kami Juga Merekomendasikan