Buku Saku Merindukan Anak Shalih (Pustaka Ibnu Umar)

Penerbit: Pustaka Ibnu Umar


  • 13.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Saku Merindukan Anak Shalih (Pustaka Ibnu Umar)

Fahd bin Muhammad al-Hamizy, Pustaka Ibnu Umar

Anak shalih-shalihah idaman tiap keluarga, orang tua pastilah bangga karenanya. Bukan bangga dengan sebab faktor keduniaan (baca: berpangkat dan bertahta) semata melainkan ketaatannya kepada Allah Ta’ala yang kelak mengantarkan ayahbunda memasuki jannah-Nya. Aamiin ya Rabb.
Kecintaan kepada keturunan merupakan fitrah bagi manusia, bahkan al-Qur’an menyebutkan fitrah bagi manusia, bahkan al-Qur’an menyebutkan dengan beberapa akibat, adakalanya berakibat baik dan ada pula sebaliknya, tetapi tidak seorangpun dari orang tua melainkan berharap mendapatkan keturunan yang shalih dan menyenangkan hati, seperti ‘ibadurrahman (hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang) mereka senantiasa memanjatkan do’a sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”” (surat al-Furqan ayat 74)

Peran Penting Seorang Ayah

Jika ibu adalah sekolah - sebagaimana yang sering dikatakan- maka demikian pula ayah adalah sekolah yang besar dalam mendidik anak-anak yang tidak kurang penting dibandingkan sekolah ibu. Sebab ayah adalah sekolah untuk mendidik siapa yang menjadi tanggung jawabnya pada akhlak yang baik, dan sekolah bagi anak-anaknya tentang usaha yang halal, sekolah bagi anak-anaknya mengenai kalimat thayyibah (aqidah yang benar), dan seterusnya.

Oleh karena itu, ayah harus menyadari pentingnya pendidikan yang disandarkan padanya. Adalah merupakan tindakan buruk terhadap anak dan mengkhianati amanat yang telah dititipkan Allah padanya, bila ia menelantarkan tanpa mendidik dan membimbingnya. Barangsiapa mengabaikan pendidikan anaknya kepada suatu yang bermanfaat baginya dan membiarkannya sia-sia, maka sesungguhnya ia berlaku sangat buruk terhadapnya. Kebanyakan anak rusaknya mereka datang dari pihak ayah, dan karena mengabaikan mereka, serta tidak mengajarkan kepada mereka kewajiban-kewajiban agama dan sunnahnya. Ayah menyia-nyiakan mereka di waktu kecil, sehingga mereka tidak bermanfaat untuk diri mereka sendiri, dan mereka tidak bisa memberi manfaat kepada ayah mereka saat sudah tua. Sebagaimana sebagian ayah mencela anaknya karena durhaka, maka anak mengatakan, “Wahai ayah, engkau telah durhaka kepadaku saat aku masih kecil, maka aku durhaka kepadamu saat engkau sudah tua. Engkau menyia-nyiakan aku semasa kanak-kanak, maka aku menyia-nyiakanmu saat engkau tua.”

Ayah juga harus mengetahui bagaimana menyikapi fase-fase perkembangan anaknya, dan membedakan antara satu fase dengan fase lainnya. Sebenarnya, kita masih melihat ketidakramahan sebagian orang tua pada anak mereka, meremehkan mereka, dan tidak memberikan kepada mereka kepercayaan yang mereka butuhkan berapa pun usia mereka.

Buku Saku Merindukan Anak Shalih, Penulis Fahd bin Muhammad al-Hamizy, Penerbit Pustaka Ibnu Umar, format buku softcover, ukuran buku saku 10.5 x 15 cm, tebal buku 82 halaman, berat buku 150 gram, Harga Rp. 13.000,-


Kami Juga Merekomendasikan