Buku Saku Sikap Berlebihan Dalam Beragama (Darul Haq)

Penerbit: Darul Haq


  • 9.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Saku Sikap Berlebihan Dalam Beragama


Penulis Dr. Ahmad bin Abdurrahman Al-Qadhi, Penerbit Darul Haq 

Agama Islam merupakan pertengahan antara dua ujung, keadilan antara dua kebengkokan, dan petunjuk di antara dua kesesatan, yaitu antara sikap ghuluw (berlebih-lebihan) dan sikap melalaikan, antara sikap melampaui batas dan sikap meremehkan. Sungguh, Allah telah menjaga umat ini untuk tetap memiliki ciri khusus, yaitu pertengahan sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Apa Itu Ghuluw?


“Ghuluw adalah berlebih-lebihan dalam sesuatu, dan bersusah-susah pada perkara itu dengan melampaui batas, dan hal ini mengandung pengertian terlalu memperdalam atau menyelami,” demikian tutur Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah.

Senada dengan ucapan di atas, ialah apa yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ahmad bin Abdus Salam yang populer dengan Ibnu Taimiyah rahimahullah, “Ghuluw adalah melampaui batas dengan cara menambahkan pada sesuatu, dalam memujinya atau mencelanya melebihi apa yang seharusnya ia dapatkan.”
Larangan Ghuluw. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulu (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” (Surat Al-Maidah: 77)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ فَإِنَّهُ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ الْغُلُوُّ فِي الدِّينِ

“Wahai sekalian manusia, jauhilah sikap ghuluw dalam agama. Sesungguhnya perkara yang membinasakan umat sebelum kalian adalah sikap ghuluw mereka dalam agama.”

Banyak cara dalam Al-Qur’an dalam menundukkan fenomena ghuluw serta peringatan untuk menghindarinya. Tidak diragukan lagi bahwa semua cara ini berujung pada mengikuti dan meneliti akar dari penyimpangan ini, mencabutinya, kemudian setelah itu menanamkan pada hati seorang mukmin sentuhan keimanan yang menyadarkan dirinya agar menghindari sikap buruk yang mewabah ini. Ada beberapa metode yang dapat Anda simak selengkapnya dalam buku yang ringkas ini, insya Allah.

Salah satu metode yang ditempuh ialah memudahkan dan menghilangkan kesulitan, Allah Ta’ala berfirman,

يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (Surat An-Nisaa’: 28)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan, “Maksudnya ialah Allah telah memberikan keringanan dalam syari’at-syariat-Nya, perintah-perintah-Nya, larangan-larangan-Nya, dan segala sesuatu yang telah Allah tentukan bagi kalian.”

Buku Saku Sikap Berlebihan Dalam Beragama, Penulis Dr. Ahmad bin Abdurrahman Al-Qadhi, Penerbit Darul Haq, format buku softcover, tebal buku 80 halaman, ukuran buku 10 x 14.5 cm, berat buku packing +/- 150 gram, Harga Rp. 9.000,-

Kami Juga Merekomendasikan