Buku Saku Surat-Surat yang Dibaca Rasulullah Ketika Shalat (Pustaka Ibnu Umar)

Penerbit: Pustaka Ibnu Umar


  • 13.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Saku Surat-Surat yang Dibaca Rasulullah Ketika Shalat

Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, Pustaka Ibnu Umar

Shalat adalah ibadah yang paling agung setelah dua kalimat syahadat, dan shalat terdiri dari fi’liyah (perbuatan) dan qauliyah (ucapan). Dan salah satu qauliyah tersebut adalah membaca surat al-Fatihah, yang merupakan rukun shalat. Apabila seseorang shalat tanpa membaca al-Fatihah, maka shalatnya tidak sah. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘laihi wa sallam,

لا صلاةَ لمن لم يقرأْ بفاتحةِ الكتابِ

“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Faatihatul Kitaab.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan setelah membaca al-Faatihah dalam shalatnya, Nabi membaca surat lainnya. Terkadang, beliau memanjangkannya dan terkadang memendekkannya, karena berada dalam perjalanan, atau karena batuk, atau karena sakit, atau karena ada tangisan bayi. Sebagaimana yang diceritakan oleh Anas bin Malik dalam hadis riwayat Ahmad. Beliau shallallahu ‘laihi wa sallam biasanya membaca surat dari awal surat, lalu menyempurnakannya hingga selesai surat tersebut. Beliau bersabda, “Berikanlah oleh kalian hak setiap surat dari ruku’ dan sujud.”

Namun terkadang Rasulullah membagi suatu surat menjadi dua bagian, lalu dibacakan pada dua raka’at. Dan terkadang beliau membaca dua surat atau lebih dalam satu raka’at, yang makna dan kandungannya memiliki kesamaan. Seperti surat ar-Rahmaan dan an-Najm dalam satu raka’at, surat al-Qamar dan al-Haqqah dalam satu raka’at, surat at-Thuur dan adz-Dzaariyaat dalam satu raka’at dan seterusnya. Inilah buku yang mengulas surat-surat yang dibaca oleh Rasulullah baik pada shalat wajib maupun shalat sunnah (rawatib). Apa saja yang dibaca beliau? Cari tahu di sini ya …

Mini Info: Bacaan Surat dalam Shalat Jum’at

Terkadang Rasulullah membaca surat al-Jumu’ah (surat ke-62 sebanyak 11 ayat) pada raka’at pertama dan membaca surat al-Munaafiquun (Surat ke-63 sebanyak 11 ayat) pada raka’at kedua. Terkadang beliau membaca surat al-Ghaayiyah (surat ke-88 sebanyak 26 ayat) diraka’at kedua sebagai pengganti dari surat al-Munaafiquun. Terkadang beliau membaca surat al-A’laa (surat ke-87 sebanyak 19 ayat) pada raka’at pertama dan surat al-Ghaasyiyah pada raka’at kedua.

Bacaan Surat Pada Shalat Sunnah Qabliyah Shubuh

Bacaan surat pada dua raka’at shalat sunnah qabliyah sangat ringan. Hingga Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Apakah beliau membaca ummul kitab (al-Faatihah) atau tidak.” Terkadang pada raka’at pertama setelah al-Faatihah, beliau membaca ayat 136 dari surat al-Baqarah

قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

“Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”

Buku Saku Surat-Surat yang Dibaca Rasulullah Ketika Shalat, Penulis Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, Penerbit Pustaka Ibnu Umar, format buku softcover, ukuran buku saku 10,5 cm x 15 cm, tebal buku 80 halaman, berat buku 150 gram, Harga Rp. 13.000,-


Kami Juga Merekomendasikan