Buku Saku Ta’ziyah dan Ziarah Kubur (Pustaka Ibnu ‘Umar)

Penerbit: Pustaka Ibnu Umar


  • 8.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Saku Ta’ziyah dan Ziarah Kubur

Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, Pustaka Ibnu ‘Umar

Di zaman sekarang, masih banyak kaum muslimin di negeri kita yang belum menjalankan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya dalam praktek ta’ziyah dan ziarah kubur. Sebagian penyimpangan dalam ta’ziyah, ada di antara mereka yang duduk-duduk untuk ta’ziyah hingga orang akan menyangkanya bahwa diadakan sesuatu (acara). Mereka membelanjakan harta, yang terkadang diambil dari harta anak yatim, dan sampai-sampai mereka menelantarkan keperluan mereka sendiri. Mereka mencerca orang yang tidak ikut serta dengan mereka, di samping mereka melakukan hal-hal yang tidak disyari’atkan. Maka hal itu merupakan bid’ah yang dicela oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Awal Kali Penyimpangan

Penyebab berbagai penyimpangan itu pertama kali adalah jauhnya mereka dari ilmu yang benar, berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah yang shahih sebagaimana difahami oleh generasi-generasi salaful ummah yang shalih. Penyebab berikutnya adalah sulitnya mendobrak adat kebiasaan yang sudah mengakar di kalangan masyarakat, padahal adat kebiasaan itu bertentangan dengan syari’at Islam yang suci. Hendaklah mereka kita ajak untuk memperhatikan firman Allah Ta’ala:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Surat al-Ahzab: 36)

Semoga buku ini membantu Anda untuk ittiba’ kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam praktek ta’ziyah dan ziarah kubur. Sumber buku ini berasal dari dua kitab yang berjudul at-Ta’ziyah karya Musa’id bin Qasim al-Falih, dan al-Wajiiz fi Hukmi Ziyaaratil Qubuuri asy-Syar’iyyati wal Bid’iyyati karya ‘Abdullah bin ‘Ali ash-Shuwailih. Berdasarkan berbagai pertimbangan untuk kemaslahatan kami dan para pembaca sekalian, maka kami pilih pembahasan yang menurut kami paling penting dan kami ringkas pembahasannya menjadi sebuah buku saku yang ada di hadapan sidang pembaca yang budiman.

Termasuk Kebaikan yang Terlewat

Di antara perkara yang menyebar di zaman ini ialah perkara menunda-nunda mengubur jenazah karena alasan keluarganya belum berkumpul. Ada yang di Jakarta, ada yang di Malaysia, dan kadang berlarut-larut waktunya. Berbeda halnya dengan apa yang Rasulullah tuntunkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَسْرِعُوْا بِالْجَنَازَةِ فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ لَهُ فَخَيْرٌ تُقَدِّمُوْنَهَا، وَإِنْ تَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُوْنَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ

“Bersegeralah dalam mengurus jenazah, karena jika ia baik maka engkau telah melakukan suatu kebaikan dan jika tidak, maka engkau telah membuang suatu kejelekan dari lehermu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Buku Saku Ta’ziyah dan Ziarah Kubur, Penulis Abu Muhamad Ibnu Shalih bin Hasbullah, Penerbit Pustaka Ibnu Umar, format buku softcover, tebal buku 54 halaman, ukuran buku 9 cm x 13 cm, berat buku 100 gram, Harga Rp. 8.000,-


Kami Juga Merekomendasikan