Buku Sejarah Nabi Muhammad (At-Tibyan)

Penerbit: At Tibyan


  • 95.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Sejarah Nabi Muhammad


Penulis Ibnu Katsir, Pustaka At-Tibyan 

Urgensi penulisan sirah Nabawiyah bukan terletak pada penulisan sejarah, mengoleksi berbagai peristiwa, mengungkap sisi-sisi kehidupan suatu kelompok tertentu pada suatu ruang dan waktu layaknya penulisan era sejarah pada umumnya. Urgensinya terletak pada penuturan yang benar tentang risalah samawi nan suci, risalah yang dikehendaki Allah menjadi risalah terakhir, penghapus seluruh agama, risalah sempurna dan kekal yang mempersembahkan kunci-kunci kebahagiaan kepada umat manusia, menjamin untuk meluruskan langkah menuju kemajuan, perkembangan, dan peradaban dengan garansi kekayaan pemikiran, keselamatan jasmani, dan ruhani, menyiapkan kehidupan mulia yang mengantarkan menuju penghormatan terhadap nikmat sang Khaliq, memanfaatkan segala unsur kehidupan yang ia mudahkan untuk mereka melalui upaya-upaya bumi berpadu dengan perhatian langit yang menyatu dalam jerih payah makhluk. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Surat Al-Qashash: 77)

Kepribadian pemilik risalah Muhammad bin Abdillah shallallahu ‘alaihi wa sallam, adalah contoh sempurna untuk menerapkan syariat Allah, Allah Ta’ala menjaga beliau dari segala hawa nafsu, menjaga beliau dari kekeliruan dan kealpaan terkait apaa yang beliau sampaikan dari-Nya, menjadikan sirah beliau sebagai penjelasan Al-Qur’an dan personifikasi realita Islam. Muslim meriwayatkan dari Sa’ad bin Hisyam, ia berkata, “Aku mendatangi Aisyah, lalu aku berkata, “Wahai Ummul Mukminin, beritahukanlah kepadaku tentang akhlak Rasulullah? Aisyah berkata, “Akhlak beliau adalah Al-Qur’an. Tidakkah engkau membaca Al-Qur’an;

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Surat Al-Qalam: 4)

Ia juga menjadikan ittiba’ sebagai bukti kecintaan kepadaNya, dan menyandingkan ketaatan kepada beliau dengan ketaatan kepadaNya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surat Ali Imran: 31)

Buku Sejarah Nabi Muhammad, Penulis Ibnu Katsir, Pustaka At-Tibyan, format buku hardcover, tebal buku 436 halaman, ukuran buku 15 x 24 cm, berat buku packing +/- 800 gram, Harga Rp. 95.000,-

Kami Juga Merekomendasikan