Buku Sifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Pustaka Ibnu Umar)

Penerbit: Pustaka Ibnu Umar


  • 7.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Sifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Oleh: Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin, Pustaka Ibnu Umar

Saya telah menyusun sebuah tulisan tentang tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sekedar pengetahuan yang sampai kepadaku. Saya berusaha keras memilih dan memilah pembahasannya, dan memangkas pembahasan yang bertele-tele. Saya kupas tata cara shalat Nabi ini dari awal masuk ke dalam shalat  sampai akhir. Saya kemukakan pula beberapa perbedaan pendapat yang diperbincangkan oleh para ulama. Kemudian saya cantumkan dzikir-dzikir setelah shalat secara ringkas, demikian pula shalat-shalat sunnah (rawatib). Sebagian sahabat kami telah menyusun ulang risalah ini, dan meminta izin untuk menyebarkannya. Maka saya izinkan dengan harapan semoga Allah menjadikannya bermanfaat, di tengah-tengah banyaknya kitab dengan pembahasan yang sejenis. Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam.

Shalat Dengan Berdiri

Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صلِّ قائمًا فإن لم تستطِع فقاعِدًا فإن لم تستطِعْ فعلى جَنبٍ

“Shalatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka duduk, jika tidak mampu maka sambil berbaring.” (HR. al-Bukhari, no. 1117)

Bagaimana jika tidak kuat (mampu) berdiri? Adakah solusinya? Ternyata ada …

أنَّ رسولَ اللهِصلى الله عليه وسلم لما أسن وحمل اللحم اتخذ عمودا في مصلاه يعتمد عليه

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sudah berusia lanjut dan lemah beliau memasang tiang di tempat shalatnya untuk menjadi sandaran.” (HR. Abu Dawud, no. 948, dishahihkan al-Albani dalam Shahih Abi Dawud)

Polemik Sutrah (Penghalang / Pembatas)

Banyak yang menyepelekan hal ini, berangkat dari ketidaktahuan mereka (baca: orang yang mengingkarinya) dan penulis menyampaikannya dengan ringkas pada hal. 11. Adapun dalil yang melatarbelakanginya adalah sebagai berikut:

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika seseorang mengerjakan shalat maka shalatlah dengan menghadap sutrah dan mendekatlah padanya.” (HR. Abu Dawud, no. 698, dishahihkan al-Albani dalam Shahih Abi Dawud).

Dari Sabrah bin Ma’bad al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سُتْرَةُ الرَّجُلِ فِي الصَّلَاةِ السَّهْمُ ، وَإِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ ، فَلْيَسْتَتِرْ بِسَهْمٍ

“Sutrah seseorang ketika shalat adalah anak panah. Jika seseorang di antara kalian shalat, hendaknya menjadikan anak panah sebagai sutrah.” (HR. Ahmad, no. 15042, dalam Majma az-Zawaid al-Haitsami berkata: “Semua perawi Ahmad dalam hadits ini adalah perawi Shahihain”).

Dalam riwayat lainnya, “Janganlah shalat kecuali menghadap sutrah, dan jangan biarkan seseorang lewat di depanmu, jika ia enggan dilarang maka perangilah ia, karena sesungguhnya bersamanya ada qarin (setan).” (HR. Ibnu Khuzaimah: no. 800, 820, 841. Dan al- Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi (hal.115) mengatakan bahwa sanadnya jayyid, ashl hadits ini terdapat dalam Shahih Muslim).

Buku Sifat Shalat Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam Ukuran Saku Penerbit Pustaka Ibnu Umar, Buku Cetak edisi softcover, ukuran saku 9 x 14 cm, tebal buku 64 halaman, dan dengan berat 135 gram. Penulis: Syaikh Abdullah b. Abdirrahman al-Jibrin, Penerbit: Pustaka Ibnu Umar, Harga Rp. 7000,-


Kami Juga Merekomendasikan