Buku Syarah Problematika Jahiliyah (Darul Falah)

Penerbit: Darul Falah


  • 44.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Syarah Problematika Jahiliyah

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, Darul Falah 

Problematika jahiliyah diketahui bukan dalam rangka napak tilas untuk diikuti dan diamalkan, melainkan sebagai pengingat agar umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak terjatuh ke dalamnya. Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, “Hampir-hampir akan tersingkap aib Islam satu persatu, jika ada dalam Islam, orang yang tumbuh tanpa mengetahui perkara jahiliyah.” Juga, ucapan Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu, “Manusia dahulu biasa bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kebaikan. Aku sendiri sering bertanya mengenai kejelekan supaya aku tidak terjerumus di dalamnya.”

Inilah 128 perkara jahiliyah yang dikumpulkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah yang dikenal dengan judul Masa’ilul Jahiliyah. Kitab legendaris bagi penuntut ilmu setelah mempelajari serial aqidah; Ushul Tsalatsah, Kitab Tauhid, dan Qawa’idul Arba’. Buku ini dijelaskan (disyarah) oleh anggota dewan fatwa Lajnah Da’imah Lil Buhuts wal Ifta’ yakni Syaikh Shalih al-Fauzan hafizahullah. Perkara jahiliyah yang awal kali disinggung oleh penulis adalah berdoa kepada para wali dan orang-orang shalih.

Ghuluw (berlebih-lebihan) terhadap orang-orang shalih ialah sebuah fitnah yang menimpa umat Nabi Nuh ‘alaihissalam, yang mana mereka terfitnah dengan orang-orang shalih di antara mereka. Perkataan mereka Allah abadikan dalam al-Qur’an,

وَقَالُوْا لَا تَذَرُنَّ اٰلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَّلَا سُوَاعًا ەۙ وَّلَا يَغُوْثَ وَيَعُوْقَ وَنَسْرًاۚ

“Dan mereka berkata, “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa‘, Yagus, Ya‘uq dan Nasr.” (Surat Nuh: 23)

Dan hal tersebut kembali berulang kembali di masa ini. Tidakkah Anda bisa tidur nyenyak dengan kondisi demikian? Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saja tidak bisa tidur lantaran ada berhala yang masih disembah di suatu kabilah. Maka bagaimana dengan kita?

Dan di antara hilah (makar) mereka (kaum musyrikin) ialah,

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ

“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (Surat az-Zumar: 3)

Disusul dengan masa’il kedua, ketiga, dan seterusnya hingga masa’il ke 120-128, yakni bersandar kepada khurafat. Penulis berkata, “Mereka melakukan ‘Iyafah, Tharq, Thayarah, kahanah, berhakim kepada Thaghut, dan memakruhkan pernikahan di antara dua hari raya.” Bagaimanakah penjelasannya? Simak yuk dalam buku menarik berikut ini!

Buku Syarah Problematika Jahiliyah, Penulis Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, PensyarahSyaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Penerbit Darul Falah, format buku softcover, tebal buku 266 halaman, ukuran buku 15.5 x 24 cm, berat buku 500 gram, Harga Rp. 44.000,-


Kami Juga Merekomendasikan