Buku Tata Cara Wudhu Dan Shalat Orang Sakit (Pustaka Imam Asy-Syafi’i)

Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i


  • 20.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Tata Cara Wudhu Dan Shalat Orang Sakit


Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i 

Sakit pasti menghampiri siapapun, tak peduli miskin atau kaya. Jika ia hadir, tentu menghambat aktivitas Anda, utamanya bab ibadah. Dan Islam sebagai agama yang selaras dengan fitrah, tidak mengalpakan hal tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan tuntunan seputar bersuci dan shalat dan tertuang dalam kitab-kitab fikih yang disarikan oleh ulama-ulama Islam. Inilah yang bisa kami kumpulkan berupa mutiara yang berserak di tengah lautan.
Ketahuilah bahwa sakit merupakan takdir Allah Ta’ala sebagaimana firman-Nya:

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“”Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”” (Surat At-Taubah: 51)
Juga, sabda Rasul-Nya, “Allah telah menulis takdir semua makhluk hidup 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.” (HR. Muslim)

Tata cara bersuci dan shalat bagi orang sakit sedikit berbeda dengan orang yang sehat. Tentunya menyesuaikan dengan sakit yang menimpanya. Wudhu bagi orang yang sakit sama dengan orang yang sehat jika mampu menggunakan air. Jika anggota wudhu seseorang terdapat luka, maka ia tetap harus terkena air pada saat berwudhu. Namun, jika hal tersebut dapat memperlambat kesembuhan luka, maka cukup dengan membasahi telapak tangan lalu mengusapkannya ke anggota wudhu yang terluka. Jika cara ini pun masih diyakini akan memperlambat kesembuhan, maka dia boleh bertayamum.

Jika salah satu anggota wudhu ada yang diperban atau digips, maka cukup mengusapkan air di atasnya sebagai ganti membasuh anggota wudhu tersebut dengan air. Dalam kondisi seperti ini, dia tidak boleh bertayamum; karena bagian yang terluka tersebut masih memungkinkan untuk diusap dengan air, sebagai pengganti basuhan. Jika orang yang sakit tidak mampu berwudhu sendiri, maka dia boleh diwudhukan oleh orang lain. Cara mewudhukannya adalah dengan membawakan air untuknya, kemudian membimbingnya melakukan wudhu seperti yang disebutkan di atas. (Selengkapnya hal.16)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

...مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“...Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (Surat Al-Ma’idah: 6)

Buku Tata Cara Wudhu Dan Shalat Orang Sakit, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i, format buku softcover, tebal buku 120 halaman, ukuran buku 14.5 x 10 cm, berat buku packing +/- 200 gram, Harga Rp. 20.000,-