Buku Tau Gak Sih Islam Itu Sehat? (Aqwam Medika)

Penerbit: Aqwam


  • 65.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Tau Gak Sih Islam Itu Sehat?

Oleh: dr. Faza Khilwan Amna, MMR dan dr. Hendri Okarisman, Penerbit AqwaMedika

Belajar kesehatan via obrolan santai tentu menyenangkan. Sesuatu yang biasanya berat untuk dilahap, jadi mudah dicerna. Satu lagi rumusan terbaru para dokter muslim Indonesia, salah seorang dari mereka mencoba menawarkan (sosialisasi) kesehatan melalui warna yang berbeda; SerSan (Serius Tapi Santai). Buruan deh, berburu koleksinya!

Jika kita cermati sejarah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka akan kita dapati bahwa beliau sangat menjaga kesehatannya. Bisa dibilang, beliau tidak pernah sakit. Pola makan dan hidup yang teratur menjadikan beliau tampak fit lagi prima. Lihatlah … beliau mengawali harinya dengan mengkonsumsi sesendok madu di awal harinya (sebelum berbagai makanan masuk ke dalam perut), dan seterusnya - dari pola hidup sehat yang Rasulullah tawarkan. Lantas, mengapa Rasulullah tertimpa rasa sakit? Pertama, dengan hikmah Allah yang menakdirkan segala sesuatu. Kedua, penyakit yang beliau derita, datangnya dari faktor eksternal (dari luar diri beliau) yakni beliau disihir dan makan makanan yang disisipi racun. Jadi, jelas sudah … dilihat dari faktor internal, tidak ada yang menyebabkan beliau sakit.

Islam Menjaga Lima Perkara Penting (Dharuriyyatul Khams)

Lima perkara yang dimaksud adalah agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Mari sedikit kita mengupasnya. Kami kutipkan dari ceramah salah seorang ulama murid dari Syaikh al-Albani, beliau membawakan “Maqashidusy- Syari’ah ‘Inda Ibni Taimiyyah,” karya Dr. Yusuf bin Muhammad Al-Badawi;

Menjaga Keturunan (Hifzhun Nasli)

Di antara dharuriyyatul-khams yang dipelihara dan dijaga dalam syari’at, yaitu menjaga keturunan. Allah Azza wa Jalla berfirman: (artinya) “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Surat al-Isra’: 32)

Bentuk penjagaan agar manusia menjauhkan manusia dari perbuatan zina, maka syari’at memperbolehkan dan menganjurkan pernikahan poligami, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla menyebutkan, (artinya) “Maka kawinilah wanita wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat” (Surat an-Nisaa’: 3)

Pemeliharaan keturunan ini, bisa dilihat dari beberapa hal berikut:

(a) Anjuran untuk melakukan pernikahan.

(b) Persaksian dalam pernikahan.

(c) Kewajiban memelihara dan memberikan nafkah kepada anak, termasuk kewajiban memperhatikan pendidikan anak.

(d) Mengharamkan nikah dengan pezina.

(e) Melarang memutuskan untuk thalaq jika tidak karena terpaksa.

(f) Mengharamkan ikhtilath (campur baur antara laki-laki dan perempuan).

(Disarikan dari almanhaj.or.id/3373)

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa menikah termasuk memelihara kesehatan, selain menjalankan syari’at, pelakunya juga mendapatkan hak biologis secara halal. Beda banget dengan pacaran, yang jelas-jelas tidak pernah dianjurkan oleh orang shalih sebelum kita. So, No Pacaran, No Cry, Berani?

Buku Tau Gak Sih Islam Itu Sehat, Penerbit: dr. Faza Khilwan Amna, MMR dan dr. Hendri Okarisman, Penerbit: Aqwamedika, Buku cetak edisi softcover, tebal buku 367 halaman, ukuran buku 14 x 20,5 cm dan dengan berat 615 gram. Harga Rp. 65.000,-


Kami Juga Merekomendasikan