Buku Tuntunan Praktis Hukum Waris (Pustaka Ibnu Umar)

Penerbit: Pustaka Ibnu Umar


  • 37.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout

Akan ada stoknya pada , insya Allah

Buku Tuntunan Praktis Hukum Waris

Penulis Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Pustaka Ibnu ‘Umar 

Ilmu Waris memiliki kedudukan yang tinggi dan pengaruh yang besar dalam kehidupan. Dengan melaksanakan bimbingan Allah dan Rasul-Nya dalam waris mewarisi, maka harta yang didapat dari warisan benar-benar bersih dan suci, tidak tercemar dengan kezhaliman atau sesuatu yang haram lainnya. Harta pun menjadi berkah dan kian menyebar manfaatnya. Kaum muslimin meyakini bahwa Islam mengajarkan kebaikan dan solusi yang tuntas dalam segala hal, termasuk dalam pemindahan hak kepemilikan harta. Pemindahan kepemilikan harta dengan cara waris-mewarisi pun harus dilakukan dengan cara yang halal. Jika tidak, maka terlalu besar harga yang harus dibayar, baik di dunia apalagi di akhirat. Betapa sering kita lihat, bahwa sebuah keluarga hancur berantakan, atau silaturahim luntur tujuh turunan hanya karena masalah warisan.

Kami kutipkan dari kitab Shahih Fiqhis Sunnah, bab Mawaarits dengan beberapa pertimbangan. Pertama, menyajikan dalil-dalil yang dapat diterima sehingga menimbulkan ketentraman. Kedua, dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan dari empat imam mazhab. Ketiga, disertai takhrij hadits dan penyebutan derajat-derajatnya dari para ulama kontemporer kenamaan seperti Syaikh Al-Albani dan yang lainnya. Keempat, metode yang disajikan cocok bagi para pembaca yang ingin mendapatkan bahan kajian yang ringkas namun memadai. Dan pertimbangan-pertimbangan lainnya.

Faidah dari Ashabah bil Ghair

Ashabah bil Ghair mengamil setengah dari bagian mu’ashibnya. Mu’ashib adalah ahli waris laki-laki yang mendapat ‘ashabah yang menjadikan ahli waris perempuan ikut menjadi ‘ashabah bersamanya. Allah Azza wa Jalla berfirman,

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۚ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ ۚ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ السُّدُسُ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۚ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separuh harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Surat An-Nisaa’: 11)

Simak selengkapnya pada halaman 28-29

Buku Tuntunan Praktis Hukum Waris, Penulis Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Pustaka Ibnu ‘Umar, format buku softcover, tebal buku 136 halaman, ukuran buku 14.5 x 20.5 cm, berat buku packing +/- 350 gram, Harga Rp. 37.000,-

Kami Juga Merekomendasikan