Buku Wanita-Wanita Cerdas Sepanjang Masa (At-Tibyan)

Penerbit: At Tibyan


  • 24.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Wanita-Wanita Cerdas Sepanjang Masa

Penulis Manshur Abdul Hakim, Penerbit At-Tibyan

Inilah potret teladan bagi wanita, sebuah buku yang mengumpulkan generasi wanita pilihan di masa keemasan Islam. Di sana ada Khadijah radhiyallahu ‘anha hingga Asma binti Umais radhiyallahu ‘anha. Di manakah kecerdasan mereka? Cerdas bagaimana yang dimaksud? Menurut para sosiolog, cerdas adalah kemampuan berpikir murni, baik tentang kata-kata maupun tentang simbol-simbol. Dengan kata lain, cerdas adalah kemampuan untuk merenungkan, belajar, dan mengambil manfaat dari potensi dan pengalaman orang lain.

Secara fitrah sebenarnya manusia itu cerdas, karena kecerdasan bersumber dari akal yang dikaruniakan oleh Allah kepada manusia, agar bisa menjalankan kehidupan di muka bumi ini. Dengan akal tersebut manusia akan diminta pertanggung jawaban terhadap semua perbuatannya di dunia dan di akhirat. Perbedaan antara orang cerdas dengan orang bodoh adalah orang cerdas bisa memanfaatkan kemampuan akalnya dengan optimal, sementara orang bodoh tidak mau berusaha dengan sekuat tenaga untuk merasakan nikmat kecerdasan yang dikaruniakan kepadanya.

Tahukah Anda tentang istri Rasulullah yang pertama? Beliau adalah Khadijah. Khadijah adalah seorang istri yang tulus, setia, cerdas, dan mempunyai firasat yang tajam. Beliau termasuk salah satu dari empat perempuan dunia yang memiliki firasat paling tajam. Hal ini diakui oleh para ulama. Menurut mereka, perempuan yang paling tajam firasatnya ada empat orang; Khadijah binti Khuwailid, Asiah binti Muhazim istri Fir’aun, istri Nabi Musa, dan Ratu Saba’.

Selain Khadijah, ada Aisyah radhiyallahu ‘anha di sana … para sahabat, tabi’in, dan ulama mengakui bahwa Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shidiq adalah seorang yang cerdas, fasih, intelek, zuhud, dan lugas dalam berbicara. Para sahabat senior menanyakan banyak hal kepada Aisyah baik tentang ilmu-ilmu fikih, hadits, dan yang lainnya. Tidak heran, Aisyah memiliki kepribadian demikian karena bapaknya juga begitu. Musa bin Thalhah berkata, “Saya tidak pernah menemukan seseorang yang lebih fasih daripada Aisyah.”

Setelahnya, Anda akan berjumpa dengan Hafshah radhiyallahu ‘anha yang dikenal sebagai sosok wanita yang cerdas, fasih, dan lugas dalam berbicara. Salah satu peristiwa yang menunjukkan kelebihannya tersebut adalah saat bapaknya, Umar bin Khaththab jatuh sakit. Hafshah bertutur, “Wahai bapakku, kedatanganmu menghadap Rabb Yang Maha Pengasih tidak akan membuatmu sedih, tidak ada seorang pun yang engkau pertanggung jawabkan. Saya mempunyai kabar gembira untukmu dan saya tidak akan mengungkapkan rahasia ini dua kali. Sebaik-baik pemberi syafaat adalah keadilanmu. Allah tidak akan melupakan bagaimana kerasnya hidupmu, kesucian keinginanmu, dan tindakanmu dalam membendung orang-orang musyrik dan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi.”

Buku Wanita-Wanita Cerdas Sepanjang Masa, Penulis Manshur Abdul Hakim, Penerbit At-Tibyan, fomat buku softcover, tebal buku 154 halaman, ukuran buku 15 x 20.5 cm, berat buku packing +/- 250 gram, Harga Rp. 24.000,-


Kami Juga Merekomendasikan