Buku Walisongo, Gelora Dakwah Dan Jihad Di Tanah Jawa (Al-Wafi Publishing)

Penerbit: Al-Wafi Publishing


  • 55.000,00
  • Hemat 5.000
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Walisongo, Gelora Dakwah Dan Jihad Di Tanah Jawa

Oleh: Ustadz Rachmad Abdullah, S.Si, M.Pd, al-Wafi Publishing

Penyebaran Islam di tanah Jawa secara gencar sejak permulaan hingga abad 14, tepatnya tahun 1404 M hingga tahun 1478 M dengan puncak berdirinya kekuasaan politik Islam bernama kerajaan Islam Demak. Mengenai kerajaan tersebut dari awal lahirnya sampai mencapai puncak kejayaannya di masa Sultan Fatah dibahas tersendiri dalam buku ke-2 dari Trilogi Revolusi Islam Jawa yang berjudul Sultan Fattah: Raja Islam Pertama Penakluk Tanah Jawa.

Runtuhnya Mojopahit akibat peperangan internal menjadi semakin pesatnya gelora dakwah dan jihad para wali hingga berdirinya kerajaan Islam Demak. Dalam masa ini, fokus pembahasan utama adalah dari rentang tahun 1478 M hingga wafatnya Sultan Fattah tahun 1518 M.

Setelah wafatnya Sultan Fattah , tampuk kekuasaan diteruskan  oleh Pati Unus, Sultan Trenggono, hingga Sunan Prawoto sampai runtuhnya kerajaan Islam Demak, pembahasan mengenai hal ini telah dituliskan tersendiri pada buku ke-3 berjudul, "Kerajaan Islam Demak; Api Revolusi Islam di Tanah Jawa." Periodisasi tempat dan waktu sebagai sebuah upaya penyempurnaan dalam penulisan sejarah, menempatkan buku bagian ke-3 ini dalam penulisan sejarah, menempatkan buku bagian ke-3 ini dalam rentang tahun 1518-1549 M.

Hadirnya serial Trilogi Revolusi Islam Jawa ini semoga menjadi khasanah pengetahuan tentang Islam di Jawa khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Dengan harapan umat Islam dapat  mengambil berbagai hikmah yang ada di dalamnya. Masa lalu sebagai bahan muhasabah (evaluasi) untuk memantapkan cita-cita perjuangan Islam berikut manhajnya yang lurus di masa depan.

Hujjah Nabawi

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain.’” (Shahiih al-Bukhari, kitab al-‘Ilmi, bab Kaifa Yuqbadhul ‘Ilmi (I/194, al-Fath), dan Shahiih Muslim, kitab al-Ilmi, bab Raf’ul ‘Ilmi wa Qabdhahu wa Zhuhuurul Jahli wal Fitan (XVI/223-224, Syarh an-Nawawi).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla berfirman, ’Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindunginya.’” (HR. Bukhari)

Buku Walisongo Gelora Dakwah Dan Jihad Di Tanah Jawa Penerbi Al-Wafi, Buku cetak edisi softcover, tebal buku 240 halaman, ukuran buku 14 x 20,5 cm dan dengan berat 213 gram. Penulis: Rachmad Abdullah, S.Si., M.Pd. Penerbit: Al-Wafi Publishing, Harga Rp. 55.000,-


Kami Juga Merekomendasikan