Buku Sembuh Dengan Satu Titik (Al-Qowam)

Penerbit: Al Qowam


  • 60.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku Sembuh Dengan Satu Titik

Oleh: dr. Wadda A.Umar, Penerbit al-Qawam

Pernahkah Anda berbekam, sebuah cara pengobatan yang di kenal sepanjang masa. Di timur dan di baratnya, apalagi di Indonesia, bisa dikatakan booming lagi menjamur di mana-mana. Mulai dari yang (maaf) mal praktik hingga yang betulan steril. Ada yang pasang tarif seikhlasnya (iklannya juga terpampang di mana saja) hingga yang membuat tarif untuk sekedar bea administrasi ganti alat-alat sekali pakai (alkohol, tisu, minyak oles, dan semacamnya). Yang jelas fenomena bekam di Indonesia sangat unik, karena ternyata, ada silang pendapat juga antar sesama pembekam (terkait metode praktik di lapangan).

Anjuran Berbekam

Terdapat beberapa hadits yang menyebutkan di antaranya,

  1. “Sesungguhnya cara pengubatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam).” (Muttafaq ‘alaihi, Shahih Bukhari (no. 2280) dan Shahih Muslim (no. 2214)
  2. “Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al-hijamah.” (HR. Ahmad, shahih).
  3. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan.” (KitabMukhtashar Muslim (no. 1480), Shahihul Jaami’ (no. 2128) dan Silsilah al-Hadiits ash-Shahiihah (no. 864), karya Imam al-Albani)
  4. Dari Ashim bin Umar bin Qatadah , dia memberitahukan bahawa Jabir bin Abdullah pernah menjenguk al-Muqni’ , dia bercerita: “Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: ‘Sesungguhnya di dalamnya terkandung kesembuhan’.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, al-Hakim, dan al-Baihaqi) (@bekam bajet kuantan)

Bekam Mubah Or Sunnah?

Berkata Syaikh Abdul Muhsin al-Badr, “Terdapat hadits yang berkaitan dengan madu dan bekam, demikian juga kay. Padanya terdapat kesembuhan dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla. Ini adalah petunjuk untuk berbekam bagi mereka yang menginginkan kesembuhan. Akan tetapi tidak kita katakan bahwa bekam itu sunnah. Karena manusia berbekam (untuk kesegaran) walapun tidak membutuhkan bekam (ketika sakit), maka ini termasuk pengobatan.” (muslimafiyah.com)

Bagaimana Dengan Upah Bekam?

Berkata Syaikh Ibnu Utsaimain, “Tidak mengapa (boleh-boleh saja) memberi upah pada tukang bekam. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, “Sesungguhnya upah tukang bekam tidaklah haram. Seandainya upah tersebut haram, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan memberikan upah tersebut pada tukang bekam.”

Benarlah Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Akan tetapi ingatlah bahwa upah bekam disebut khabits (jelek). Sudah selayaknya tukang bekam tidak meminta upah karena proses bekam memberikan dharar (bahaya) pada saudaranya (dengan mengeluarkan darah). Jadi dapat kita katakan untuk upah bekam: Upah semacam ini adalah jelek, namun bukan haram. Apakah khabits (jelek) berarti halal? Iya. Allah Ta’ala berfirman, “Nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang khabits (yang buruk-buruk) lalu kamu menafkahkan daripadanya.” (Surat al-Baqarah: 267)” (Liqa’at al-Bab al-Maftuh, 189/17 via rumaysho.com/232).

Buku Sembuh Dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Penerbit: Al-Qowam, Buku cetak edisi softcover, tebal buku 258 halaman, ukuran buku 14,3 x 20,5 cm, dan dengan berat 507 gram. Harga Rp. 60.000,-


Kami Juga Merekomendasikan